Didunia ini hal-hal ghaib memang kerap kali menjadi perbincangan , ada yang percaya maupun tidak. Bagi beberapa orang hal tersebut hanya lah bualan belaka, namun tidak dengan ku.
Kisah ini dimulai ketika aku menginjakan kaki di kota ini, kota para pelajar. Hai, namaku Layla, tahun ini aku memulai ajaran baru di perguruan tinggi di jogja. Seperti pelajar lain, aku pun berusaha mencari tempat tinggal sementara atau yang biasa disebut “kostan”. Setelah lama mencari kesana kemari, akhirnya dapat juga sebuah rumah berlantai tiga.
(19.05) Rumah ini… Ya… Sama lah kayak rumah biasa, ruang tamu, kamar, kamar mandi, dapur, semua normal, kecuali ruangan dengan pintu ganda berwarna hitam yang diukir dengan ukiran seperti pintu jaman dulu,unik…sekali. Aku tak mau terlarut dengan desain rumah ini, segera mengambil langkah menuju kamar ku.
(20.08) Kurebahkan badanku diatas kasur lipat, kamar ini tak punya ranjang, tak apalah, lagipula kolong kasur bikin aku illfeel. Tak terasa sudah satu jam berberes kamar ini, bikin mata ku ngantuk, kuputuskan tidur lebih awal saja.
(??.??) Kepalaku pusing, semua seolah bekabut. Aku berjalan menuju pintu hitam, kuulurkan tanganku dan kubuka pelan-pelan. Aneh, padahal tadi digembok rapat, kenapa sekarang bisa dibuka? Yang membuatku lebih heran lagi, tubuhku seolah-olah bergerak sendiri. Krak!!! Engsel pintu itu berbunyi ketika ku rentangkan kedua daun pintu. Tak ada apa-apa didepan, hanya gelap! Tiba-tiba kakiku melangkah…perlahan lahan, eh ini gila! Aku tak bisa mengendalikan tubuhku! Aku panik, kucoba menghentikan kakiku, tapi sama sekali tak ada respon. Tubuhku semakin ditelan kegelapan dan semuanya gelap….ugh! Sesak!!.
(03.34) Kepalaku berdenyut denyut ,keringat mengalir dari keningku. Ah… Aku baru saja bermimpi buruk. Kulemparkan pandanganku ke hp yang masih menancap di charger nya, sudah subuh rupanya. Aku segera bergegas bangun, tak lupa melipat kembali kasur lipat ku, sambil sedikit memijat kepalaku yang mulai baikan. Oh ya… Kamarku letaknya dilantai dua, dari pintu hitam itu belok kekanan menaiki tangga. Kubuka pintu dan aku hendak keluar, masih setengah keluar tiba-tiba.
“Wih pagi amat bangunnya” tau-tau muncul suara, jelas membuatku melonjak kaget.
“Hahaha, tak usah kaget begitu, aku bukan hantu kok” ujarnya. Dia kak intan, penghuni lantai dua paling ujung.
“Walau bukan hantu , kaget itu pasti kak” ujarku jengkel.
“Eh by the way, kamu jauhin pintu hitam itu ya, ada hantu nya, hahaha” kak intan berkata sambil berlalu menuruni tangga. Aku hanya bisa menepuk keningku, ada ada saja nih orang.
(05.00) Kegiatan kampus baru dimulai besok, seharian deh nyantai , mana hujan deras diluar. Kupaksakan untuk bersosialisasi dengan penduduk rumah kost ini. Aku tinggal duduk di depan TV dan kusapa siapa aja yang lewat,ide yang bagus ,bukan?. Kunyalakan TV , tampak layar tanpa sinyal, cuma semut. Kucoba mengganti channel lain,namun sama saja,kenapa nih TV?
Brak!!! sebuah suara tabrakan terdengar dari arah belakang, sepertinya dari arah pintu hitam. Aku bergegas bangun dan kuhampiri pintu itu. Lalu kedua tanganku memegang pegangan pintu itu. Eh?! Kok kayak mimpi semalam?! Kuurungkan niatku buat macam-macam dengan pintu itu, bukan takut jadi seperti mimpi, tapi sejak tadi ada perasaan tak enak, lagian juga tak ada perlunya dengan apapun didalam sana.