Apa kabar sobat reunion semua, cerita Titin sudah habis, sudah lama juga gak ketemu sama Ti dan Am, tapi ada sedikit cerita dari masa kecil yang mau saya ceritakan disini, sepertinya sudah pernah saya ceritakan di kaskus di tritnya Holo, tapi gapapa ya saya ceritain lagi disini :)

Harimau Putih

Awal tahun 90-an ketika saya masih sd, di rumah kakek saya dikampung yang letaknya kurang lebih 5km di sebelah utara kota bukittinggi pada waktu itu sedang heboh2nya cerita tentang penampakan harimau putih. Mitosnya menurut nenek saya, harimau putih adalah penjelmaan orang yang telah meninggal dunia yang semasa hidupnya pernah menuntut ilmu ghaib. Biasanya dia akan muncul ke rumah keluarga atau kerabatnya dan apabila keluarga/kerabatnya telah didatangi mereka akan meletakkan “makanan” untuk si harimau putih di sudut rumah/dapur, entah apa isi “makanan” tersebut. (ini cuma mitos, gak usah diseriusin hehehe).

Jadi pada suatu malam, om saya sebut saja namanya Cu hendak pergi nongkrong keluar bersama teman2nya. Teman2nya sudah terdengar ribut berbincang di jalan depan rumah, Cu segera keluar rumah bergabung dengan teman2nya, tapi baru saja dia keluar tiba2 terdengar suara gaduh, Cu kembali masuk rumah dengan berlari dan segera menutup pintu sedangkan teman2nya kabur berpencar pulang ke rumah masing2. Cu bercerita dia dan teman2nya melihat si harimau putih berkelebat di bawah pohon alpukat di belakang rumah kami. Saya dan adik saya jadi sedikit takut karena kamar kami letaknya di samping pohon alpukat tersebut. Pada tengah malam harinya adik saya terjaga, dan dia mengatakan bahwa dia mendengar suara auman harimau, entah benar atau tidak, yang jelas saya tidak mengalami atau mendengar apa2.

Nenek Bermukena & Manusia Cebol

Ini cerita dari temannya Cu, sebut saja namanya Ri. Pada suatu malam kira2 pukul 1 tengah malam dia pulang dari nongkrong berjalan dengan seorang temannya sebut saja namanya Al melewati rumah kami. di seberang rumah kami ada beberapa kuburan tua tak bernisan. Pada saat itu di jalan belum ada lampu penerangan, hanya saja kebetulan pada saat itu sedang bulan purnama jadi kondisi jalan pada saat itu cukup terang. Ri dan Al ketika hendak melintasi depan rumah kami melihat dari jauh nenek2 yang berpakaian putih seperti mukena sedang berjalan ke arah mereka. Pada saat berpapasan seperti orang kampung pada umumnya yang saling menyapa pada saat berpapasan, Ri dan Al menyapa nenek tersebut dan berkata “baru pulang dari masjid nek?” Si Nenek hanya diam saja. Setelah menyapa Ri baru sadar, nenek2 mana yang pulang dari masjid jam 1 malam ?! Tengkuknya langsung merinding. Sambil memegang tengkuknya dia menengok ke belakang dan disaat bersamaan si nenek menengok ke arah Ri dan Al sambil memperlihatkan matanya yang merah menyala. Ri dan Al segera ambil langkah seribu menuju rumah Al.

Jalan menuju Rumah Al berbelok ke arah bukit kecil. Mereka berlari sampai di depan rumah kakek pembuat sapu ijuk. Mereka berhenti disitu sambil terengah-engah. Sembari menarik napas dan menghilangkan rasa takut, Ri menyapu pandangannya ke arah puncak bukit. Tiba2 dia melihat sebongkah batu besar yang jatuh dari puncak bukit tersebut, dia mencolek Al, dan mereka kemudian memperhatikan batu tersebut yang meluncur ke arah mereka. setelah dekat, sebongkah batu itu ternyata adalah manusia cebol yang sedang berlari ke arah mereka. tanpa babibu Ri dan Al kembali mengambil langkah seribu, beruntung rumah Al sudah dekat.

Beberapa tahun kemudian, saya yang sudah duduk di bangku SMA sering main ke rumah kakek pembuat sapu ijuk, karena cucunya adalah teman saya, saya sering main kesana dan pulang sampai tengah malam, tapi tidak pernah bertemu dengan si manusia cebol ataupun si nenek bermukena atau MG2 lainnya walaupun tempatnya sangat gelap, hanya ada beberapa rumah yang dikelilingi oleh kebun2 lebat dan hutan di kaki bukit.

Kucing Hitam

Kali ini cerita dari tetangga Al, sebut saja namanya Mak. Pada suatu malam dia melihat ada kucing hitam masuk ke rumahnya, ada yang aneh pada kucing tersebut (entah apa keanehannya saya tidak tahu), dengan segera dia mengambil golok dan memukulkannya ke arah kucing tersebut, anehnya kucing tersebut tidak mengalami luka apalagi sampai mati. Mak kembali memukulkan goloknya ke badan kucing tersebut tapi hasilnya sama. segera dia meletakkan goloknya dan mengambil sebatang kayu, kembali dia kejar kucing tersebut dan berhasil memukulkan kayu tersebut ke tubuh si kucing, hasilnya kali ini berbeda, kucing itu tiba2 menghilang dan sosoknya berubah menjadi seorang manusia. Orang tersebut segera melarikan diri, Mak berteriak minta tolong sehingga tetangga2nya segera berhaburan keluar rumah menghampiri Mak, dengan singkat Mak menceritakan kejadian tadi dan kemudian mereka segera mencari keberadaan sosok tersebut, akan tetapi dia telah menghilang di kegelapan malam.

Sebelah utara kampung saya tepatnya di sebuah kampung di kaki bukit barisan memang terkenal pada saat itu bahwa disana masih banyak orang2 yang menuntut ilmu hitam untuk melakukan tindak kejahatan seperti merampok. Sekarang sepertinya sudah tidak ada.