Assalamualaikum Wr Wb
Salam ganteng

oke ini adalah lanjutan cerita di part 1. untuk kalian yang berfikir cerita ini akan berakhir di part sebelumnya kalian salah.

***

Setelah kejadian pelepasan santet oleh orang pintar itu, nenek ku secara perlahan kembali pulih. Beliau dapat berjalan kembali untuk melakukan segala aktifitas nya. Di kampung tempat nenek ku tinggal, beliau biasa memimpin doa dan solat ibu ibu. Dan selama nenek ku sakit, ada seseorang yang menggantikan posisi nenek ku sebagai pemimpin doa dan solat. yah, semua kembali normal tanpa adanya gangguan atau apapun itu bentuknya. Namun, itu tidak berlangsung lama. Hingga akhirnya….

*ting tong ting tong. assalamualaikum*
terdengar suara bel berbunyi.

Nenek ku yang terbangun pun langsung membukakan pintu. “aih si aa kalo mau ke sini pasti malem malem terus” sambil berjalan ke arah pintu.

ya, aku memang sering berkunjung ke rumah nenek ku malam hari. Jika aku terlewat capek atau mengantuk yang tak dapat di tahan lagi, aku biasa ke rumah nenek ku. bahkan sampai kunci rumah cadangan pun aku pegang.

“aa ? ” panggil nenek ku.
“iya mbah”

“aih motornya mana kok gak ada?” kata nenek ku perlahan. “aa ?” kembali dengan suara perlahan dan terdengar seperti ragu ragu.
“iya mbah”
“aa dimana motornya?” sambil membuka gorden yang menutupi pintu depan atau pintu utama. “aa masuk gih udah malem dingin di luar” ajak nenek ku sambil membukakan pintu. ” aih si aa mah di bukain pintu bukannya masuk malah diem aja”

“bapaaaaaaaaaaaaaaaaakk” teriak nenek ku.

kakek ku yang mendengar suara teriakan nenek ku langsung bangun dan berlari ke arah sumber suara.

“asstagfirullah, ibu kenapa?” sambil mencoba memindahkan tubuh nenek ku yang terkulai lemas di depan pintu.

nenek ku hanya diam dengan tatapan kosong hingga akhirnya tertidur atau lebih tepatnya tidak sadarkan diri. kakek ku yang merasa ada hal aneh yang terjadi pada nenek ku mencoba membacakan ayat ayat al-quran yang beliau hafal. entah berapa lama nenek ku tidak sadarkan diri tapi perlahan mulai sadar.

“astagfirullah bapak…. itu si japas mukanya jadi ancur” teriak nenek ku.
“udah bu bukan japas itu mah” kata kakek ku mencoba menenangkan.
“bener pak itu japas. tadi ibu suruh masuk malah diem aja. waktu nengok mukanya ancur pak” nenek ku terlihat makin panik. “coba pak ambil hp ibu. ibu mau nelpon japas”

beberapa menit kemudian

“assalamualaikum a” kata nenek ku.
“iya mbah, ada apa malem malem nelpon?” kata ku dalam telpon.
“aa ada dimana” tanya nenek ku
“ada di kuburan lagi ngelayat” kata ku.

nenek ku yang mulai ragu hanya terdiam sejenak. “ngelayat siapa emangnya a” tanya nenek ku dengan suara yang bergemetar.
“ngelayat mbah. hahahaha” kata suara orang yang di telpon.

*tut tut tut* suara telpon teputus.

kakek ku yang melihat tubuh nenek ku yang di banjiri keringat dingin mencoba mengambil air hangat.

“bapaaaaaaaak” teriak nenek ku.
“astagfirullah” kakek ku langsung mengangkat nenek ku kedalam kamar. ya walaupun kakek ku lebih tua dari umur indonesia tapi tenaganya masih gurih.

keringat dingin terus mengalir dari seluruh penjuru tubuh nenek ku. kakek ku hanya bisa mengelap sambil membaca ayat al-quran sekenanya. Tentu saja berharap nenek ku sadar kembali. tapi, apa yang kakek ku harapkan tidak berjalan dengan sesuai harapan. hingga adzan subuh berkumandang nenek ku tidak kunjung juga sadar. kakek ku saat itu memutuskan untuk solat subuh di kamarnya atau kamar mereka haha. dimana nenek ku berbaring dengan keringat dingin yang tak henti hentinya mengalir.

entah kebetulan atau memang nenek ku sengaja menunggu kakek ku selesai solat nenek ku kembali sadar.

“paak” suara nenek ku lirih.
“alhamdulillah ya allah” kata kakek ku sambil memeluk nenek ku.
“ibu kenapa” tanya nenek ku dengan keheranan sambil sesekali mengusap keringat yang masih mengalir.
“gapapa bu udah ibu ambil wudhu dulu udah dzan subuh” ajak kakek ku.

“aduh pak kaki ibu sakit lagi” keluh nenek ku.

***

setelah kejadian pagi itu nenek ku hampir tidak bisa jalan kembali. walaupun masih bisa jalan namun, nenek ku harus menggunakan tongkat sebagai alat bantu. seluruh keluarga nenek ku berfikir kalau ini hanya penyakit biasa. maka dari itu nenek ku di bawa kerumah sakit di daerah jakarta. diagnosis dokter menunjukan kalau nenek ku mengalami pengeroposan tulang di bagian dengkul dan telapak kaki. ini aneh, setiap hari nenek ku selalu mengkonsumsi susu dengan kalsium tinggi. walaupun masih ada kemungkinan terkena pengeropsan tulang di usia senja. penyakit siapa yang tahu…

setelah beberapa hari dari rumah sakit di jakarta, nenek ku berniat mengunjungi ku karna kebetulan akan ada arisan keluarga di rumah ku. dengan kondisi kaki yang masih sakit tidak menjadi penghalang bagi nenek ku untuk berkunjung kerumah ku. segala perlengkapan sudah nenek ku siapkan tak lupa juga tongkat untuk membantunya berjalan. dalam perjalan menuju rumah ku nenek ku merasa lebih baik mungkin karena rasa senang keluarga nya masih dapat kumpul kembali walaupun sebulan sekali.

sesampainya di rumah ku nenek ku langsung menuju ke kamar atas. kamar yang memang di sediakan khusus untuk tamu dari keluarga ku. namun, ada satu hal yang aneh saat nenek ku berjalan ke atas. yap, nenek ku tidak menggunakan alat bantu apapun. bahkan berpegangan pada gagang tangga pun tidak. dan yang lebih aneh hanya aku yang menyadari nya.

“aih mbah gak pengangan tadi naik tangga nya?” tanya ku dengan heran.
“aih iya a mbah baru sadar” kata nenek ku. “tapi kok ga begitu kerasa sakit ya, kaya mbah jalan pake tongkat.” sambung nenek ku.

aku yang mendengar penjelasan nenek ku sedikit lebih lega. karena mungkin apa yang di katakan dokter benar. nenek ku hanya mengalami pengeroposan tulang di usia dini. usia yang wajar jika terjadi hal semacam itu. sesampainya di dalam kamar yang telah aku bereskan nenek ku langsung membereskan perlengkapan yang ia bawa. pakaian di taruh di lemari, obat obatan di taruh di meja, alat make up di taruh di meja lemari depan kaca dan kain putih lusuh di taruh di atas meja. kain putih lusuh???????

“itu apa mbah?” tanyaku
” gak tau mbah juga. perasaan mbah gak bawa elap deh” kata nenek ku sambil memegang kain putih itu.
“yaudah coba sini mbah aa bawa aja takut ada hal yang engga engga” kata ku dengan mengambl kain itu di atas meja.

aku bawa turun ke bawah kain itu untuk aku beritahu ke mamah. namun, niat itu aku urungkan seiring dengan kejadian di rumah nenek ku beberapa waktu lalu. dan aku putuskan untuk membuang kain lusuh itu ke kali yang jauh dari rumah ku untuk mengantisipasi hal hal yang tidak aku inginkan. entah ini hanya perasan saja atau memang benar ada yang memperhatikan ku? . semakin lama aku pegang kain itu semakin aku takut untuk melanjutkannya. ku putuskan untuk menggunakan sepeda motor untuk membuang kain itu.

namun, rasa takut yang menyerang semakin lama semakin besar . selama perjalanan aku hampir menanbrak , baik itu menabrak motor atau binatang. walaupun aku masih di lindungi oleh Tuhan ku namun tetap saja aku merasakan takut yang besar. sesampainya di kali, aku melafalkan beberapa ayat ayat yang aku bisa. beberapa aku baca hingga akhirnya kain itu hanyut dengan sendirinya.

***

ke esokan harinya setelah kejadian itu aku merasa sedikit lega karena aku berfikir tidak akaan ada teror di rumah ku.

pagi pagi buta nenek ku sudah bangun dan membatu ibuku memasak uduk untuk di jual. ada salah satu langganan ibuku yang memiliki kelebihan khusus yang mungkin pembaca disini juga memilikinya. sebut saja namanya black, si black ini sering sekali mampir ke warung ku yang memang tersambung dengan rumah utama. menurut ku ia orang yang sangat baik namun sering kali menjadi bahan bully oleh teman temannya. walaupun begitu ia salah satu orang yang berjasa dalam kesembuhan nenek ku.

“assalamualaikum bun” sapa si black sambil membuka pintu.
“walaikumsalam, eh pagi pagi kesini bukannya kesekolah dulu” sapa ibuku.
” ya elah bun sekolah dari warung bunda kan cuma 5 menit jalan kaki” kata si black sambil mengambil rokok. “itu juga jalan nya pelan banget, kalo di balapin sama keong menang keong kali bun” sambung nya dengan asap yang sudah memenuhi wajah nya.

tak lama nenek ku datang dan langsung menuju dapur warung untuk memasak entah apa itu aku lupa.

“en itu anak smp pagi pagi udah di sini aja” kata nenek ku cetus
” udah bu biarin aja kalo udah jam masuk sekolah juga tak usirin” balas ibuku sambl membuatkan kopi untuk black.
“bun bun itu si nenek sehat?” kata si black sambil berbisik.
” sehat kok emang kenapa” kata ibuku keheranan.
” itu si nenek kayaknya ada yang ga suka” sambung black.

deer bak di sambar petir ibuku langsung lemas mendengar penjelasan si black.

” terus gimana black” kata ibuku dengan nada yang terbilang gemetar.
“coba nenek bawa kesini saya terawang dulu” kata siblack sambil memasang wajah meyakinkan.
“bu coba sini bentar” dengan nada keras ibuku memmanggil nenek ku.

tak lama nenek ku datang dan si black langsung menghampiri nenek ku langsun mencium tangan nenek ku. entah berapa lama dia memegang tangan nenek ku hingga akhirnya.

“waduh bu kacau ini berat banget saya mah ga bisa ngusir nya tapi kalo guru saya bisa” katanya kebada ibuku
“terus gimana black” kata ibuku.
“gimana apanya en?” taanya nenek ku dengan keheranan setelah mendengar penjelasan si black.
“nanti malam jumat minggu depan saya kesini lagi sama temen seperguruan saya. semoga aja bisa bantu dikit” dengan nada yang meyakinkan dia berbicara seolah apa yang ada di hadapannya begitu mudahnya.
” sekarang ada kamar kosong ga bun? mau di cek lebih dalam nenek nya” sambung si black. “sediain gelas kosong sama gelas yang ada airnya”

ibuku langsung menyanggupi nya walaupun terlihat nenek ku tidak setuju dengan usulan ini. mungkin nenek ku saat itu berfikir apasalahnya dicoba? .

“bun nanti bunda jaga depan pintu dulu sambil baca surat pendek aja di sambung ayat ‘sensor’ di ulang ulang jangan putus.” kata black sambil mencium tangan ibuku seperti orang berpamitan.

persiapan sudah lengkap dan mereka sudah didalam kamar tentu saja ibuku berjaga di pintu depan entah kebetulan atau tidak saat itu warung masih belum di buka. jadi, ibuku leluasa untuk fokus menjaga pintu.

tak lama terdengar suara teriakan yang keras beriringan suara benturan yang keras dari dalam kamar. selang beberapa saat mereka keluar dan membawa gelas yang di isi air putih berubah menjadi hitam lalu gelas kosong berisi besi karatan bulat seukuran kancing baju. tak lupa kondisi black yang berlumuran darah dan baju yang robek di bagian pinggang

***

[side story]

“hey kamu !! jangan ganggu ibu ini kasihan dia sudah tua” bentak siblack
” urusan apa kamu dengan dia. hahaha” suara keras yang memaksa black menutup kuping nya.
“ibu itu orang baik mending kamu pergi dan kembali ke asal kamu atau kamu saya musnahkan !!!” ancam si black
“untuk apa saya pergi, toh saya dapat makan dari orang yang menyuruh saya. hahaha”

*pertarungan antara siblack dan ornag yang tinggi hitam dan besar tidak dapat terelakan*

“hahahahaha cuma segini kemampuan kamu?” teriak si tam tam (sebut saja begitu)
” benda benda ini aku musnahkan ” kata si black sambil mengacungkan genggaman tangannya.
” silahkan saja aku masih bisa menyimpan benda benda yang lebih dari pada itu jika majikanku memberikan aku makan yang enak. hahaha”

*si black tidak ingin memberitahukan kelanjutannya. dia hanya bilang ‘udh lah jangan di bahas lagi’. cuma itu kalimat yang terucap jika aku menanyakan kelanjutan kejadian itu*

***

[spoiler]

  • kungjungan nenek ke rumah dan bertemu anak smp sakti
  • berubah nya sikap seseorang di lingkungan nenek saya
  • tidak hadirnya nenek saya ke acara penentuan hari pernikahan saya

sekian cerita dari ku, ternyata lebih enak pake ‘ aku ‘ dari pada ‘saya’ hahaha

salam ganteng,
wassalamualaikum Wr Wb