Hai, saya ada kisah dari teman kerja saya bernama mas arief, nah langsung saja ya.
Remaja masjid ditempat saya mengadakan pelatihan untuk kader baru yang diadakan di lereng gunung welirang. Setiap anggota baru disuruh berbaring di sebuah aula dan wajahnya ditutupi daun pisang, nanti dibuka satu persatu, biasa disebut “Renungan Malam”.

Para panitia didandani layaknya hantu dan dengan sengaja mengganggu para peserta , ada juga peserta yang disuruh mengaji.
Saya bertugas melempari peserta dengan kerikil dan sesekali saya menimbulkan bunyi seram. Setelah cukup lama mengganggu peserta, saya tak menemui peserta yang gagal, justru malah ada panitia yang bermalas malasan di pojok. Panitia itu memakai baju hitam-hitam, membuat saya ingin berbuat iseng. Saya melempari dengan kerikil panitia tersebut,orangnya beranjak bangun,terlihat tubuhnya meninggi.
Iseng emang bikin repot, dia bangkit dan tambah tinggi dan tinggi sampai 3 meteran. Saya yang gak ngeh,malah tetap melempari panitia itu hingga dia menyingkir,setelah itu saya fokus ke peserta. Saya sempat menengok kearah tempat panitia itu berada, tapi dia masih disana,yah sudahlah…
Semua dibangunkan, acara renungan bisa diakhiri. Tiba-tiba acara berubah jadi curhatan. Ada panitia yang ditampakin pocong, wewe gombel, yang mengaji malah diteriaki di telinganya, tapi dia kebal, peserta yang tidur kakinya ditarik tarik. Wah-wah, pada cerita sendiri, saya malah nyari panitia berbaju hitam.
“Eh ada yang liat orang yang tadi disana gak?” Celetuk saya. Semua langsung menatap tempat yang saya tunjuk. Semua pada diam, lalu salah satu menyeletuk.
“Kita semua pas, dan tidak ada yang pakai baju hitam, jangan-jangan gendruwo!?”