Assalamuallaikum, saya nambah lagi cerita. Kebetulan dapat cerita yang berbau “Horror Survival” .Narasumber dari ” orang yang teraniaya” (ditagih cerita seminggu berturut turut dan akhirnya menyerah). Langsung saja ceritanya (bahasa agak diedit, nih anak kalau cerita bikin orang stroke).

Kejadian berawal saat saya diajak nyari nomor togel disuatu pabrik bekas di daerah jatim. Kami bertiga, saya , yoyok (samaran), dan agus (lagi-lagi samaran) berangkat sekitar jam 11 malam. Kami sengaja naik sepeda pancal karena motor yoyok bunyinya keras, takutnya kepergok warga. Tak lama kami memarkir sepeda dan diikat memakai rantai di dekat pintu masuk pabrik. Agus dengan gelagat mirip pendekar, segera memasuki ruangan diikuti saya dan yoyok.

“Yok, mad, kita sudah sampai nih” ujar agus yang sedari tadi sok menerawang. Langsung si yoyok membakar kemenyan dan menaruh bunga di sekitar kemenyan.

Lama kami menunggu, jangankan dapar nomer jitu, tanda-tanda kalau ada sesuatu pun tidak. Kami berunding sejenak, dan kami putuskan untuk pulang. Pas kami berdiri, yoyok gak sengaja menyenggol tempat kemenyan hingga terguling, kami mengacuhkan nya dan pergi.

Saat di parkiran, agus tampak panik, dia merogoh saku nya satu persatu.
“Kenapa gus?” tanyaku.
“Kunci rantai nya hilang!” jawab agus panik.
” mungkin terjatuh pas kita lagi keliling” ujarku lagi.
“Ayo kita cari mad, yo…..” mata agus membelalak.
“Mana yoyok?”
“Lho?! Tadi bareng kita kan?” sahutku.
“Wah nih anak sialan banget, mentang-mentang sepedanya biasa aja,pake ninggal segala” si agus mengomel, karena kalau ditinggal, takutnya ada orang yang lihat sepedanya, karena spedanya gampang dikenali.

Setelah berpikir sejenak meredam emosi, kami putuskan masuk ke pabrik lagi. Kami jelajahi satu persatu ruangan yang sempat kami lewati hingga ketempat kemenyan. Si agus yang pikirannya keruh gak menyadari kalau ada yang aneh di ruangan ini.

“Gus.. Liat bentar deh”
“Apa mad?” jawabnya ogah-ogahan.
“Liat tuh tempat kemenyan kan tadi tumpah kesenggol yoyok” sejenak agus menatap tempat kemenyan,lalu pasang wajah heran.
“Kok bisa mad? Jangan-jangan ada orang lain disini?”
Belum lama agus bicara begitu,tiba-tiba dia berlari kearah pintu dan pergi ntah kemana.

Saya sendirian ditemani cahaya remang-remang, tiba-tiba tercium bau menyengat,ya… Bau kemenyan. Kemenyan yang kami bakar tadi tiba-tiba berbau kembali,tapi ada bau yang lain lagi,seperti karet yang terbakar. Saya menengok kebawah, benar-benar aneh! Kemenyannya terbakar lagi!. Sendirian ditemani kemenyan yang terbakar sendiri, panik…. Kalut… Saya tendang tempat kemenyan itu, gak keras sih,tapi cukup membuat pot dari tanah liat itu terjatuh dan PRANG!! Pecah….

Saya cuma mematung melihat pot itu pecah,kemenyan dan apapun yang didalamnya tumpah, tapi ada satu benda yang bikin saya penasaran. Memantulkan cahaya petromax, lalu saya pungut. Sumpah!! Sinting banget!! Kunci gembok dengan gantungan melet (rolling stone) yang terbakar sebagian,bisa-bisanya ada didalam sana! Mungkin kalau kita berpikir logis, siapa tahu yoyok sengaja yang masukin dan kabur sehingga kami terjebak. Tapi saat kemenyan disiapkan, yoyok ada didepan agus, gak mungkin juga saat menjelajah, karena di belakang agus ada saya setelah itu baru yoyok.

Dengan sebuah kunci ditangan, saya bisa saja kabur, atau mencari agus.

BAGAIMANA MENURUT MU?

Bersambung…….