Salam sahabat reunion, kali ini saya membawa kisah saya yang pernah saya tulis di web lama, tapi dengan berkembangnya waktu, kesadaran saya mulai berkembang, bahwa memang ada yang tak beres di rumah nenek saya. Langsung saja ke cerita.

Rumah itu saya tinggali sejak kecil, walaupun ibu saya sempat nge kos untuk beberapa tahun, akhirnya saya tetap kembali kesana. Rumah nenek saya desain nya semi modern , dengan langit-langit tanpa di tutup platform, sehingga terasa tinggi.

Saat saya kelas 3 SD, kakek saya membuat boneka kayu yang tangannya di paku, saat saya main di loteng (gudang) , kedua tangan boneka itu copot, lalu saya taruh diatas tumpukan piring yang tidak terpakai. Malamnya kakek dan nenek menghadiri kondangan, saya sendirian dirumah. Saat hendak mengambil buku, tiba-tiba ada bunyi ketukan diatas loteng.

Apa spesialnya?
Cuma ketukan?
Oh iya, ini cerita hantu, pasti hantu kan?

Saya yakin kalian yang baca pasti tidak merasakan apa-apa, begitu pula saya.

Saya malah asyik mendengarkan ketukan, setelah beberapa saat, saya mulai sadar. Bunyi itu mirip dengan ketukan paku di tangan boneka kayu yang saya mainkan diatas piring, bahkan bunyi ketukannya sama persis dengan yang saya mainkan waktu siang. Besoknya, boneka itu hilang dan baru saya ketahui, kayu nya bukan kayu sembarangan, kayu nya bekas potongan kerajinan tongkat, yang mana diberi minyak wangi dan di simpan di tempat yang tidak terkena matahari.

Harusnya Saya Menyadari nya.

Dirumah itu ada beberapa lukisan pahlawan, termasuk 1 lukisan besar Ir.Soekarno. Saat saya kelas 4 SD, tepatnya saat hari raya Idul Fitri, ortu saya pulang kerumah kakek, beserta adek-adek saya. Malam hari adek saya yang paling kecil mulai rewel. Dia tidak mau tidur dikamar, dia ngotot minta tidur di ruang tamu. Akhirnya kami bertiga tidur diruang tamu. Pas mau tidur,dia berbisik.

“Mas, mata gambar bung karno bergerak-gerak”

Pantesan dia gak mau tidur dikamar, karena pintu kamar menghadap loteng tempat lukisan itu berada.

Harusnya Saya Menyadarinya.

Suatu siang ada kerabat yang main, entah dari pihak nenek atau kakek. Saat itu saya sedang tiduran dikamar, kakek kerja, sedangkan nenek keluar beli gula. Kerabat itu ijin pinjam kamar mandi, saat melewati sumur, saya heran…. Kok dia celingukan. Masa bingung, kan kamar mandi ada di belakang sumur, sedangkan depan sumurkan sudah jelas ada dapur.
Saya cuekin aja.

Saya lirik sejenak, kok orang itu cuma berdiri dipintu penghubung ruang makan dan sumur?

Tak lama nenek pulang, lalu dengan setengah berbisik,kerabat itu mengajak nenek keruang tamu,pintu depan dibuka lebar. Dengan setengah berbisik, mereka ngobrol.

“Mbak yu, rumah sampean ada yang nunggu” ujar si kerabat, disambut tatapan heran nenek saya.

Nah ini nanti ada hubungannya tentang kayu yang dijadikan boneka, lalu hobby kakek dan hutang yang membengkak.

Bersambung dulu ya….