Setelah mendengar cerita si H, saya pun pamit pulang, kebetulan ibu si H sudah pulang.
Besoknya si H main ke bangku saya, dia cerita kalau di tangga rumahnya muncul pocong.
Jadi, kakaknya si H tuh baru pulang, saat melewati ruang tamu, si kakak ini melihat sosok di bawah bayangan lampu kuning 5 watt.
“Bu? Ibu ya?” si kakak mencoba memanggil sambil mendekat perlahan. Saat dekat barulah sadar kalau itu bukan ibunya yang sedang pakai mukena, melainkan pocong.

“Eh, rumahmu kok banyak banget ya?” ujar saya seusai H bercerita.
“Gak tau lah, padahal dulu juga gak ada” ujarnya sambil ngeloyor pergi.

Malamnya saya nonton anime dirumahnya, kali ini pintu kamar ditutup, mungkin dia takut kalau pocong itu muncul. Acara pun berlalu, gak ada hal seram terjadi, lalu kakaknya pulang dan naik keatas.
” kakakmu tidur diatas?” tanya saya.
” hooh, kadang-kadang di bawah” jawabnya, setelah itu kami mendengar bunyi pagar dibuka, dan kakaknya masuk.
” ibu kehilangan uang ya?” ujar si kakak.
“Iya tah?” si H gak percaya, ditengah obrolan mreka, saya merasa ada yang gak beres.
” katanya, uang nemu juga hilang” ujar kakaknya lagi sambil ngeloyor naik ke atas.
“Eh, ada tuyul juga?” bisik saya, si H hanya mengangkat pundaknya.
Besoknya, TV saya sudah ada saluran TV7, jadi gak perlu nonton dirumah si H, ganti si H nonton dirumah saya. Setelah acara selesai, dia cerita kalau teror dirumahnya itu berawal ketika ibunya memungut uang didepan kuburan daerah mu*****jo.
Ibunya dapat teror lebih ganas lagi, katanya dari dalam lemari muncul pocong,lalu pocong itu menginjak perut ibunya H.
Konon uang itu sengaja di letakkan disana sebagai sarana pencari tumbal, jika uang itu diambil dan disatukan dengan uang didompet,maka semua uang akan hilang, lalu jin yang ditanam diuang itu, bakal mengganggu dirumah.
Teror berhenti ketika si ibu men sedekah kan uang ke masjid, sedekah menjauhkan kita dari musibah.

Sekian…