Penulis : Ayi Lee
Masih sama ini kejadian yang dialami oleh Ayah saya
Saat itu, ada hajatan di keluarga ayah saya.
Dan kebetulan saudara ayah saya ada dikampung sebelah, sebelum memasuki wilayah kampung disana terdapat Pemakaman Umun dan kebetulan juga ada kuburan baru dan katanya meninggalnya itu gara-gara melahirkan, awalnya keluarga ayah saya (yg hajat) menyuruh orang untuk mengantarkan beberapa makanan kesaudara yg dikampung sebelah, tpi tidak ada yang mau karena jam sudah menunjukan pukul 17.30 dan menandakan sebentar lagi akan malam dan itu juga merupakan malam jum’at, orang-orang yg disuruh pun tidak mau karena takut melewati pemakaman umum itu, ditambah lagi ada kuburan baru.
Karena Ayah juga merupakan kerabat disana makanya Ayah menghadiri hajat itu, Kakak Ayah saya sudah kebingungan untuk memberikan makanan itu, semua pegawai yg membantu hajatan disana tidak mau mengantarkan makanannya.
Merasa penasaran Ayah pun bertanya pada Uwa saya “Kak, kenapa anda terliahat bingung?” Uwa pun menjawab “makanan ini, tidak ada yang mau mengantarkannya kekampung sebelah, kesaudara kita” ucapnya.
Karena merasa kasihan ” bagaimana jika saya yg mengantarkannya?” ucap Ayah saya. “Bener kamu mau? Tapi ini udah malem, udah jam 9 lho” ucap uwa saya “tidak apa-apa sini biar saya berikan kesana” Ayah pun pergi untuk ke kampung sebelah, kebetulan Ayah tidak mengetahui kalau disana ada kuburan baru jadi dia jalannya santai.
Beberapa saat kemudian ayah sudah berada dekat dengan pemakaman umum, disana ayah saya melihat seperti asap mulanya kecil dan lama-lama membesar, ayah saya pun mencoba mendekat dan melihatnya asap itu berasal dari sebuah kuburan, karena tanahnya masih terlihat merah, Ayah saya cepat-cepat pergi dari sana sambil berdoa, agak jauh dari sana ayah mendengar suara tertawa seorang wanita “hi..hi..hi..”