Narasumber : Bpk. Kartomo Sukardi.
Tempat: Kota Batu, tepatnya dekat alun alun kota batu.
(yang saya tulis ini dari semua ucapan kakek saya).

Dulu saat kakek kecil masih umur 7th ortu kakek bangun rumah ini tahun 1915, sekitar rumah ini cuma sawah yang bersebelahan ladang gersang, pondasi pondasi rumah disini
Pondasi rumah disini campuran dari kepala banteng yang dibalut kafan dan tambahan pondasinya pakai emas dari uang majapahit yang ortu kakek punya, saat dibangun kakek selalu melihat sosok genderuwo, kuntilanak, pocong, manusia berkepala hewan hewan dan lainnya., itu resiko saat bangun rumah ini.

Pas tahun 1925, ada orang belanda yang bertanya pada ortu kakek tentang ladang yang gersang itu, dia bertanya, “kenapa rumah anda ditengah tengah ladang gersang dan ladang yang subur (sambil berbasa yang dulu mereka tau). Lalu kata ortu kakek sambil tersenyum , “karena saya mau menyatukan bagian bagian ganjal ini yang dan terlihat aneh ini, (maksud ortu kakek perlintasan dunia ghoib dan dunia kita)”, lalu si belanda itu bertanya lagi, “di tempat itu bisa saya bangun?, mau berapa uang?” (Saat yang ditunjuk ladang yang gersang) kata ortu kakek dia dikasih saja, akhirnya si belanda itu berteman baik sama ortu kakek,
Tapi bangunan yang berdiri itu setelah beralih orang yang kakek tidak kenali, tahun 1930-1932, bangunan itu dibangun ulang menjadi rumah sakit yang sangat megah tahun 1033, tapi sayangnya pemiliknya tidak memperdulikan atau bertanya dahulu pada kakek, jadi bagian kamar mayatnya didekat depan rumah kakek, saat itu terjadi banyak peperangan jadi rumah sakit itu jadi tawanan orang orang jepang, tahun 1941, disitu juga beralih fungsi menjadi tempat pengeksekusian orang belanda, dan sebagian besar bangunan diratakan sama orang pribumi, th1944, tersisa kamar mayat dan mushola saja,..

Tahun 1944-1959 semuanya terbengkalai, sampai dibangun kembali menjadi sekolah guru olahraga, sampai tahun 1990, sekolah itu beralih menjadi smp negeri 02 batu, tetapi bangunan lama itu masih tetap berdiri, dan paling terpenting rumah kita tetap kokoh,..

Sejak 1990 sampai sekarang, sering terjadi siswa / siswi kesurupan, disaat pembelajaran, upacara, ekskul, selalu terjadi.
Entah siswanya/ siswinya melihat sosok orang belanda, pribumi, orang jepang atau merasakan kejadian ganjal.
Dan itu yang bikin saya heran karena rumah ini dan sekolah itu, tapi sejak ibu saya lahir tahun 1973 sudah banyak berubah, jadi perkampungan, yang dulu di sebut “kali putih” sampai sekarang,..