Narasumber : Sahabat Reunion

Ini adalah salah satu pengalaman nyata waktu aku masih kecil saat aku masih berusia 9 tahun dan kejadiannya terjadi di rumahku, tepatnya di kamar tidur. Sebenarnya aku sendiri tidak punya kemampuan indra ke 6, tetapi aku sering melihat penampakan makhluk tak kasat mata walaupun tidak terlalu sering melihat. Dan ini adalah pengalaman yang tak akan pernah kulupakan sampai saat ini

Aku sendiri nggak tahu pasti, apakah gara-gara aku main ke hutan yang letaknya di bekas rumahku terdahulu, aku jadi mengalami kejadian yang mengerikan ini.

Namanya juga masih anak-anak, aku dan kedua temanku, kita sebut saja A dan B, main ke hutan di belakang rumah lamaku, entah kenapa aku suka sekali main ke sana, padahal kata orang kampungku, di sana angker, tapi kami nggak pedulikan hal tersebut, yang penting bisa main-main. Dan tak terasa waktu sudah menjelang Mahgrib, dan akhirnya kamipun harus pulang.

Lalu sampai di rumah istirahat sebentar, mandi dan selanjutnya berangkat mengaji, setelah dari mengaji kembali ke rumah lagi, tapi belum ada kejadian yang aneh-aneh terjadi.

Jam 8 malam aku pun tidur, aku hanya sendirian di kamar, dan biasanya pintu kamar selalu kututup,tapi malam itu aku juga nggak tahu rasanya malas sekali untuk menutup pintu kamar dan itu bukan sesuatu yang biasa kulakukan. Jam 11 malam aku terbangun karena mendengar ada yang memanggil-manggil namaku.

Masih dengan kondisi mengantuk aku lalu duduk di tempat tidur dan mencoba mencari di mana sumber suara itu, dan saat kuarahkan pandanganku ke pintu…. Astaga… rasa mengantuk hilang dan berubah jadi ketakutan, karena kulihat ada sosok pocong berdiri di pintu yang terbuka.

Aku tidak bisa berteriak walaupun ada keinginan untuk itu,aku ingin memanggil bapak dan ibu yang berada di sebelah kamarku yang hanya dipisahkan oleh tembok pembatas tapi suaraku tidak bisa keluar sama sekali saat itu.

Aku hanya bisa menatap sosok pocong itu seperti orang yang terpana, sangat jelas sekali gambaran pocong itu, karena lampu kamarku menyala, ditambah lagi jarak aku dan sosok itu hanya sekitar 1 meter saja. Aku bisa melihatnya secara utuh dari kaki sampai kepalanya yang terbungkus kain kafan putih yang sudah kotor.

Sosok laki-laki dengan wajah yang rusak/hancur, mengeluarkan darah dan matanya terlihat putih dua-duanya. Ada hampir satu menitan aku dan pocong itu saling berpandangan. Jujur saja ingin rasanya pingsan, tapi tidak bisa.

Dan untungnya aku bisa bergerak, dan karena tidak kuat melihat wajah pocong itu, aku pun membaringkan diriku sambil menutupi wajahku dengan bantal dan beristigfar… aku pun sempat melihat lagi kea rah pintu dan untungnya sosok pocong itu sudah menghilang. Tapi aku tetap beristigfar sampai akhirnya aku tertidur lagi.

Aku pun menceritakan kejadian ini kepada orang tuaku, dan entah apa kebetulan atau tidak, ternyata bapakku juga pernah mengalami kejadian yang sama seperti aku alami saat seusia dengan diriku, hanya saja waktu itu beliau sedang sakit, tapi tentunya bukan di rumah yang sekarang, tapi di rumah yang lama.

Sampai sekarang pun aku nggak bisa tidur kalau pintu kamar belum ditutup. Kalau bahasa gaulnya trauma gitu he..he..he..