Narasumber : Sahabat Reunion

Kejadiannya terjadi sekitar Bulan September 2015. Kejadiannya terjadi di kotaku, Jember, ada peristiwa tabrakan antara kereta api dan mobil tak jauh dari lokasi rumahku, di jalan besar yang cukup ramai arus lalu lintasnya. Penyebabnya sampai kecelakaan itu terjadi memang masih simpang siur, bukan bermaksud untuk mengadili petugas jaga perlintasan kereta api saat itu, tapi kabar yang kudengar kalau petugas jaga itu tidak ada di tempat saat kereta api melintasi jalan itu, sehingga palang pintu kereta tidak ada yang menutupnya dan terjadilah kecelakaan tersebut.

Posisi rumahku berada paling pojok dari kampungku berbatasan dengan sungai dan pematang sawah yang luas sejauh mata memandang, setelah itu jalur rel kereta api, sehingga kami dapat melihat kalau ada kereta api melintas dari rumah kami.

Yang aku ingat kejadiannya terjadi pada hari Minggu. Sekitar jam 9 pagi, saat itu aku dan keluarga berada di rumah.Simbahku tiba-tiba ingat, kalau kereta yang biasanya lewat jam setengah sembilan pagi belum lewat, simbahku hapal sekali jadwal jam kereta api lewat. Karna aku dan ibu saat itu sedang memasak, jadi tidak terlalu memperdulikan omongan simbah.

Tiba-tiba adik sepupu datang dengan tergopoh-gopoh sambil teriak-teriak,”Bude, kereta apinya nabrak mobil di depan Ruko!”
Tentu saja satu rumah kaget mendengar kabar itu karena kami tidak mendengar ada suara benturan atau suara keras semacam itu. Adik kandungku dan suamiku segera menuju ke lokasi kejadian dengan naik motor berboncengan. Dan kami pun hanya menunggu berita dari mereka sambil melanjutkan masak.

Dari cerita keduanya, ternyata keretanya menabrak mobil yang melintas karena palang pintu kereta tidak tertutup, dan mobil terseret sampai sejauh kira-kira 500 meter. Tentu saja kondisi mobil rusak parah sekali demikian juga dengan ketujuh penumpang yang ada di mobil tersebut tidak ada yang selamat, semua meninggal dunia. Bahkan suamiku cerita, ada penumpang sampai bola matanya terlepas saat tabrakan itu terjadi..hiiiyyy .

Dengan susah payah akhirnya ketujuh korban bisa dikeluarkan dari dalam mobil itu yang ringsek parah tersebut dan jasad mereka untuk sementara diletakkan di depan Ruko yang tak terpakai itu sambil menunggu kedatangan ambulance yang akan membawa ketujuh jenasah itu ke rumah sakit untuk diotopsi.
——
Dari cerita-cerita yang pernah aku dengar setelah kejadian tersebut…

Beberapa malam setelah kejadian, mulailah muncul cerita-cerita seram di sekitar lokasi kejadian. Kejadian pertama dialami oleh sepasang kekasih yang memanfaatkan ruko kosong itu. Karena kondisinya yang gelap jadi ruko itu sering dipakai anak-anak pacaran tapi nggak modal. Sedang asyik-asyiknya pacaran, tiba-tiba mereka melihat penampakan pocong sedang lompat-lompat dari rel menuju ruko itu. Tentu saja mereka ketakutan. Mereka langsung tancap gas meninggalkan ruko. Setelah kejadian itu ruko jadi sepi nggak ada yang pacaran. Hahahaha…kapoook…

Kejadian berikutnya dialami oleh seorang ibu warga perumahan dekat rumahku. Dia biasanya jam 8 malam jemput anaknya yang les. Dia selalu lewat jalan depan ruko itu. Sebenarnya bisa lewat jalan besar tapi harus melewati lampu merah, jadi dia males. Lebih enak lewat jalan depan ruko dan selama ini tidak ada yang aneh-aneh dialami kalau lewat depan Ruko itu.

Ketika lewat jalan di depan Ruko itu dia agak mengurangi kecepatannya karena memang penerangan di sana kurang. Tiba-tiba dia mendengar suara orang minta tolong, dia kaget dan menghentikan motornya. Dia pertajam pendengarannya, terdengar lagi suara, “Tolong..tolong… .” ternyata asal suara itu dari arah rel kereta. Dia ingat kejadian kereta nabrak mobil itu. Dia langsung ngebut nggak toleh kanan kiri. Dan setelah kejadian malam itu kalau menjemput anaknya les, dia memilih lewat jalan besar. Daripada ditampakin wujud yang nggak ada enak-enaknya untuk dilihat. He..he..he..

Kejadian terakhir dialami oleh tetanggaku yang berprofesi tukang bakso. Dia keliling dari sore sampai malam hari. Pulangnya tergantung habisnya baksonya. Dia sebenarnya tipe orang pemberani. Tahu sendirikan tukang bakso kalau keliling kadang melewati tempat-tempat sepi dan gelap. Malam itu dia dengan santai mengayuh gerobak baksonya. Tiba-tiba dia mendengar suara minta tolong, dia sih cuek-cuek saja. Tetap santai mengayuh gerobak baksonya.

Keesokan malamnya dia kembali melewati jalan itu, ketika pas lewat dekat TKP tiba-tiba gerobaknya terasa berat dan susah banget pedalnya dikayuh. Tapi dia tidak menyerah, sekuat tenaga dia kayuh pedal gerobaknya. Masak gerobaknya mau ditinggal. Kan sayang…takut dicuri orang. Akhirnya sampai juga dia di rumahnya.

Sampai beberapa hari, bapak penjual bakso itu sementara nggak mau jualan keliling lagi. Selain masih trauma dengan kejadian semalam juga kakinya terasa pegal-pegal, Karena baru kali ini dia digodain sampai separah itu.

Mungkin hantunya sebel juga sama si tukang bakso itu. Kok cuma didengerin suara aja dia nggak takut, jadi dicoba metode lain untuk menakut-nakuti dan membuatnya sengsara. Wkwkwkwk

Demikianlah ceritanya. Terima kasih.