Narasumber : Agek Ana Misca

Dapat cerita dari salah satu Sahabat Reunion, Agek Ana MisCa, kali ini bukan pengalaman pribadi tetapi pengalaman yang dialami salah satu temannya sekitar setahun yang lalu.

Ceritanya begini…

Nama temanku itu Tata (samaran). Pada hari itu, ada salah satu sahabatnya yang berulang tahun dan untuk merayakannya, Tata dan teman-temannya yang lain berencana malamnya akan minum-minum bersama untuk merayakan ulang tahun teman mereka itu. Lokasinya di salah satu desa di Denpasar.

Sekitar jam setengah sebelas malam si Tata dijemput dari rumahnya, ada sekitar 5 orang termasuk Tata dalam rombongan itu, mereka naik beberapa motor untuk menuju satu lokasi yang berada di desa tetangga, yang kebetulan lokasinya berupa tanah kosong. Mungkin Tata merasa nggak enak kalau mengadakan acara minum-minum di rumahnya.

Hanya butuh beberapa menit karna memang nggak begitu jauh dari rumahnya Tata, sampailah mereka di lokasi tersebut, dan akhirnya pesta minum-minum pun dimulai.

Entah sudah berapa banyak minuman keras yang sudah diminumnya, dan akhirnya Si Tata harus mengalah dengan panggilan alam alias kebelet pipis, walaupun begitu dia tidak mabuk hanya dalam keadaan setengah sadar, dia sempat ngomong kalau mau buang air kecil kepada teman-temannya yang lain.

Di lokasi untuk minum tersebut cuma ada satu pohon besar yang tumbuh di sana, mungkin karena malu kalau harus buang air kecil di tempat terbuka, dia pun akhirnya menuju ke pohon besar itu yang jaraknya kira-kira 10 meter. Awalnya dia takut juga kalau mau kencing di pohon itu, tapi karena sudah nggak kuat menahan kebelet pipis, dia pun cuek mengabaikan rasa takutnya.

Dia pun berjalan menuju ke pohon besar itu, dia merasa sudah jalan ke pohon itu sekitar 50 meteran, tapi anehnya nggak sampai-sampai dan pohon itu terlihat masih jauh,

Akhirnya dia marah dan mengumpat (dalam bahasa bali yang sudah diterjemahkan),”Woi..Kamu brengsek banget jadi pohon. Aku mau pipis saja, kamu buat repot. Dasar Leak kamu!”
Setelah mengumpat, terus tiba-tiba pohon itu seperti mendekat ke arahnya dan berhenti di depannya. Bukannya ketakutan (maklum setengah mabuk) dia malah tertawa seperti puas dan bilang, “Kalau kamu (pohon) tidak kuejek, kamu nggak bakal berhenti. Dasar Guk-guk!” (sensor 😀 )

Terus tanpa berpikir panjang, dia pun buang air kecil dengan senang hati, anehnya air kencingnya nggak jatuh mengenai pohon tapi malah naik menyemprot ke wajahnya, dan dengan refleks dia mendongak kepalanya ke atas biar wajahnya tidak terkena air kencing..eh..malah dia melihat ada Kunti sedang goyang-goyang kaki di salah satu dahan pohon sedang senyum-senyum melihatnya.

Dia pun terkejut dan bilang sambil lihatin si Kunti,”Ternyata kamu demit, tak kira leak, kamu jablai ya sampai ngerjain aku kayak gini?”

Kuntinya pun tertawa kayak orang ngakak (ngakaknya kunti kayak apa ya? ), sehingga si Tata jadi ketakutan dan lari sambil teriak-teriak ke arah teman-temannya. Dan dia melihat teman-temannya sudah pada tidur dan dia pun mencoba membangunkan mereka satu persatu, tapi tidak ada yang bangun.

Akhirnya karena sudah ketakutan, dia pun memutuskan untuk ikut tidur, tapi ternyata belum berakhir terror dari Mbak Kunti itu. Pas hendak rebahan, eh malah si Kunti sedang tiduran di sebelahnya dan akhirnya pingsanlah si Tata di tempat dengan sukses.

Sekitar jam 6 pagi dia terbangun dan bertambah syoklah dia, karena hanya dia sendirian di sana,padahal semalam dia melihat teman-teman tertidur di lokasi , untung cuaca sudah terang, akhirnya dia pun pulang ke rumahnya jalan kaki dan tentunya sambil ngomel-ngomel di jalan karena teman-temannya meninggalkan dia sendirian, tega sekali ya 😀
Sampai di rumah dia pun cerita kepada keluarganya tentang apa yang dialaminya tadi malam, bukannya simpati yang didapat, eh malah diketawain habis-habisan sama keluarganya…sakit hati lagi ha..ha..ha..

Dia pun akhirnya menemui teman-temannya dan memarahi serta mengancam tidak akan berteman lagi dengan mereka kalau ditinggal seperti itu lagi. Tapi ternyata teman-temannya punya alasan kenapa sampai dia ditinggal sendirian, karena mereka pun sebenarnya tidak ada maksud untuk meninggalkannya.

Mereka cerita, kalau sebenarnya juga sedang menunggu Tata selesai buang air kecil, tapi lama dia nggak nongol-nongol, jadi mereka pikir Tata itu pulang ke rumahnya jalan kaki untuk buang air kecil dan malah ketiduran di rumah, karena memang di lokasi khan tanah kosong, gelap dan tidak kamar mandi. Dan akhirnya mereka pun memutuskan pulang saja.

Begitu ceritanya