Narasumber: Sahabat Reunion

Ini adalah cerita soal kejadian yang pernah didengar dari tetangga sekitar dan keluarga alami saat menginap di rumah nenekku yang ada di Madiun dan beliau memang asli dari sana. Sebenarnya hal-hal yang aneh-aneh itu terjadi semenjak rumah itu sering ditinggal oleh nenekku dalam waktu yang cukup lama dan dibiarkan kosong.

Semenjak kakek tidak ada, nenekku hanya sendirian tinggal di rumah itu, sedangkan anak-anaknya yang sudah berkeluarga tidak tinggal Madiun lagi, ada yang di Kalimantan, Surabaya, dan Jember (ibuku). Dan karena anak-anaknya tidak tega membiarkan beliau sendirian, akhirnya secara bergantian nenek diajak untuk tinggal bersama dengan keluarga anak-anaknya sehingga rumah itu sering sekali dalam keadaan kosong.

Kalau pas nenekku kembali ke rumah itu dan tinggal agak lama, beliau sering dilapori sama para tetangga kalau rumahnya ada hantunya he..he..he..yang paling sering beliau dengar dari cerita tetangga sih soal pocong yang mondar-mandir di teras rumah itu.

Pada suatu hari, Omku yang tinggal di Kalimantan pulang dari Haji, dan sebagai ucapan syukur atas kepulangannya dari tanah suci, beliau mengadakan syukuran di rumah nenek. Semua saudara datang dan menginap di rumah itu, pokoknya ramai sampai kamar-kamar yang ada penuh.. Akhirnya kami yang masih muda-muda tidur di ruangan tamu.

Pada saat kami sudah terlelap ( lampu di ruangan yang besar itu dimatikan), adikku malah tidak bisa tidur, katanya sih dia merasakan hawa yang nggak enak, walaupun sudah dia paksa-paksakan untuk memejamkan matanya. Sambil berbaring menyamping, dia pun melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam, di bawah jam dinding itu ada TV dan dalam keadaan mati… di layar TV itu, dia melihat seperti ada wujud seorang laki-laki dalam posisi sedang jongkok menyamping…

Tak ingin melihat berlama-lama melihatnya, dia pun membalikkan posisi tidurnya ke arah berlawanan mengarah ke jendela kaca yang besar, lebar dan hampir setinggi tembok , arah samping rumah yang tidak ada kordennya, jadi dia bisa melihat keluar, eh malah dia melihat segerombolan pocong sedang berkumpul di sudut halaman rumah seperti sedang ngobrol, ada yang tinggi dan juga pendek seperti anak-anak. Langsung dah adikku merem dan akhirnya dia bisa tidur 😀 , selamat..selamat…

Juga ada kejadian yang dialami adik iparku, aku dan suamiku, tentunya di waktu yang berbeda, sekitar tahun 2011. Setelah adik kandungku menikah dan anakku baru berusia setahun, kami kangen ingin pulang ke Madiun sekalian memperkenalkan anggota-anggota baru dalam keluarga kami ke saudara-saudara yang ada di sana.

Kebetulan juga rumah nenek yang dikontrak orang masa sewanya sudah habis dan belum ada yang menyewa lagi pas juga waktu itu liburan akhir semester bulan Desember, kami pun mudik ke Madiun. Tentunya kondisi rumah agak berantakan dan harus bersih-bersih dulu, waktu baru masuk ke dalam rumah, adik iparku mencium bau bunga, dan langsung bilang,”Kok bau bunga ya? Wah…”teman-temannya” bapak ikut nih..”

Bapakku yang mendengar hanya senyam-senyum saja…sedangkan kami yang masuk ke rumah itu sama sekali tidak mencium adanya bau bunga. Setelah selesai bersih-bersih terus mandi dan selanjutnya beli nasi goreng untuk makan malam kami.

Akhirnya kami semua pun beristirahat, kamar tengah di tempati oleh nenek dan ibu, bapak tidur di kamar yang di pakai untuk sholat, adikku dan adik ipar tidur di kamar belakang. Kamar depan tidak dipakai, karena aku memilih tidur di ruang tamu. Nggak tahulah, aku merasa tidak nyaman kalau tidur di kamar yang ada di rumah itu.

Oh..sebelum aku lupa, kami menginap hanya 2 malam saja Pada malam pertama di rumah itu, adik iparku mengalami kejadian aneh di kamarnya. Dia tidur di kasur di atas dipan yang ada di kamar itu, tapi karena merasa nggak nyaman, lalu dia menurunkan kasurnya dari dipan itu setelah lantai sebelumnya diberi tikar terlebih dahulu.

Pada saat itu dia sebenarnya sudah sempat terlelap, dia terbangun karena mendengar suara beberapa orang sedang ngobrol seperti membahas sesuatu (entah apa nggak jelas) dan sumbernya berasal dari dipan yang tadinya akan dia tiduri.
Penasaran khan, dan dia tengok kea rah dipan, tapi nggak ada siapa-siapa dan suaranya juga sudah menghilang.

Akhirnya adik iparku pun melanjutkan tidurnya lagi, dia sih cuek saja orangnya, karena memang sudah terbiasa mengalami hal-hal seperti itu.

Pada malam yang kedua, kali ini yang mengalami adalah suamiku sendiri, seperti yang sudah kuceritakan di depan, kalau kami tidur di ruang tamu, di sana ada perabotan rumah seperti bufet atau lemari untuk pajangan, dia melihat pintu buffet seperti ada yang menggerak-gerakkan, sebenarnya saat kejadian ada aku juga, hanya karena kebetulan posisi dudukku yang membelakangi buffet itu membuatku tidak melihat secara live 😀

Ceritanya..anakku sudah tidur, sedangkan kami berdua masih belum mengantuk dan kami pun ngobrol sambil menunggu kantuk datang. Entah sudah jam berapa saat itu, saat sedang asyik-asyik ngobrol, suamiku terdiam sebentar dan berkata kepadaku,”Ma…pintu bufetnya buka tutup sendiri tuh!”

Dan aku langsung menengok ke belakang, tapi gerakannya sudah berhenti, tapi posisi pintu buffet memang agak terbuka dan sedikit ada goyangan. Aku pun kembali ke posisi duduk semula, tak berapa lama, suamiku ngomong lagi dengan nada pelan,”Ma…gerak lagi.” Kembali aku menengok ke buffet, dan memang kulihat pintunya sudah dalam posisi menutup.

Lalu aku berkata sambil tersenyum “Mungkin mau kenalan sama ayah, khan ayah anggota baru di keluarga ini.”

Dan setelah itu kami pun memilih tidur saja, karena besok kami akan kembali pulang.