Tukang nulis cerita orang : Kapten Lazaro
Narasumber : Iid

Aku memang pernah mendengar baik dari Bapak, adik, bahkan suamiku sendiri, kalau di kebun kosong di depan rumahku itu memang ada penghuni tak kasat mata, seperti sosok wanita dan pocong. Untuk sosok wanita sudah pernah kulihat (pernah diterbitkan di Fp ini) tapi untuk Mr Pocong belum pernah melihatnya.

Nah, akhirnya setelah sekian lama walaupun sebenarnya tidak pernah ada keinginan untuk melihat sosok pocong itu ataupun melihat sosok-sosok yang lain yang ada di kebun kosong itu, beberapa hari yang lalu aku sempat melihat penampakan pocong itu, tentunya juga nggak sengaja melihatnya.

Jadi sekitar jam setengah tujuh malam, karena aktivitas memberi les privat sudah selesai. Aku, suamiku , anakku, dan seorang muridku lesku berkumpul dan ngobrol di ruang tamu sambil menunggu jemputan muridku itu.

Pintu depan sengaja dibuka, biar tahu kalau jemputannya Tini datang. Tiba-tiba suamiku melihat ke luar rumah dan berkata,”Eh kayaknya ada motor di luar pagar, apa jemputan Mbak Tini ya (samaran muridku)?” tapi setelah itu suamiku berkata lagi,”Eh kok nggak ada ya, mungkin aku salah lihat.”

Memang situasi di luar tidak begitu jelas, karena lampu penerangan jalan yang berasal dari rumahku saat itu agak di geser menjauh dari pintu keluar pagar, karena pagar rumah kami sedang di cat.

Karena posisiku duduk dekat pintu , aku lalu mencoba melihat ke luar, agak heran juga karena suami mengatakan ada motor di luar, karena aku tidak mendengar sama sekali ada bunyi mesin motor yang berhenti di depan rumahku, tapi aku tetap menceknya siapa tahu jemputannya Tini memang sudah datang.

Aku pun berdiri sambil melihat-lihat di luar pagar rumah dekat pintu keluar, sepenglihatanku memang tidak ada motor yang parkir di jalan, tapi aku seperti melihat ada orang berdiri dekat pintu pagar keluar, tapi kalau orang itu mau menjemput Tini, “Kok nggak mau masuk menuju ke rumah ya?” dalam hatiku saat itu. “Ini kok cuma diam berdiri di luar sana?”

Aku khan jadi penasaran juga, karena selain penerangan tidak begitu jelas, jarak antara teras dan pagar rumah juga lumayan jauh ada sekitar 10 meteran makanya pandanganku kucoba fokuskan untuk melihat sosok orang yang sedang berdiri itu.

Agak sedikit jelas setelah focus, lah kok pakai baju warnanya putih, kulihat lagi sedikit ke atas, lha kok ada kayak pakai kuncir putih di kepalanya. Sempat kukucek-kucek mataku, apa aku nggak salah lihat, kulihat lagi ….yah…memang ada kuncir kain putih di kepalanya…wis sudah yakin aku kalau itu sosok pocong…merindinglah aku, tapi tidak begitu takut karena ada orang di ruang tamu.

Aku pun segera mengalihkan pandangan dan memanggil suamiku,”Mas…ke sini sebentar!” Dan suamiku pun bergegas mendekatiku , kami lalu menuju ke teras rumah. Lalu aku menunjuk ke arah tempat yang aku melihat sosok pocong itu, tapi sosok itu sudah menghilang. Aku lalu ceritakan apa yang barusan aku lihat…namanya penasaran juga, aku dan suami sampai mengamat-amati lokasi dan sekitarnya dengan sungguh-sungguh , tapi nggak ada apa-apa. Dan akhirnya kami pun masuk kembali ke dalam rumah. Dan sekitar jam 7 malam, terdengar suara motor dan berhenti di depan rumah, kali ini Tini benar-benar sudah di jemput 😀

Kalau aku mengingat kejadian tersebut, sekarang jadi agak takut juga (takutnya yang tertunda 😀 ) . Tapi juga agak bersyukur, pas saat itu nggak lagi sendiri. Untung saja situasinya saat itu penerangannya tidak begitu jelas, untung juga jaraknya agak jauh dan untungnya juga wajahnya nggak kelihatan jelas..he..he..he…

Demikianlah ceritanya, terima kasih