Penulis : Kalebyna Sendani

Hai sahabat Reunion maaf kalo aku jarang ngeshare cerita di sini, baru dapet cerita. Cerita ini aku ambil dari sebuah buku cerita punya temenku (hasil karyanya sendiri dan tidak dijual belikan), di salah satu bab ada yg berjudul “misteri kamar 24”. Tokoh utamanya bernama Putri, namun supaya lebih jelas lagi Putri di ganti sebagai AKU saja ya. Karna ceritanya terlalu panjang aku singkat saja ceritanya.

Aku adalah remaja yg suka sekali berlibur. Kebetulan waktu itu sekolahku libur sampe 2 minggu. Sebelum aku libur, aku sudah merencanakan untuk berlibur bareng temen temen, dan merekapun setuju.

Saat hari pertama kami libur, temen temenku dateng ke rumah untuk merencanakan akan berlibur ke mana. Ada salah satu temenku mengusulkan akan berlibur di pulau Lombok, ada juga usulan liburan ke Yogyakarta ada lagi yang usul liburan ke Jakarta. Aku pun memberi usulan untuk liburan ke Pulau Dewata Bali dan temen² pun setuju.

Akhirnya kami berangkat dari Jember menuju pelabuhan Ketapang menggunakan mobil. Perjalanan yg hampir sehari itu kita jalani dan akhirnya sampailah kita di Pelabuhan Gili Manuk. Kita langsung menuju hotel tempat di mana kita akan beristirahat di sana.

Saat kita sampai di hotel kita langsung memesan kamar. Karna kami liburan bersama teman² yg jumlahnya juga gk sedikit , jadi awalnya kita memesan 5 kamar , namun ternyata kamar lain sudah penuh dan hanya tersisa 2 kamar saja, 1 kamar berisi 8 orang, namun kata para petugas 2 kamar itu ada 1 kamar yg hampir 3 tahun tidak pernah di pesan nomer kamar itu adalah nomer 24. Kami sempat bertanya ada apa kamar itu tidak di tempati. Namun petugas hotel tidak menjawab malah mengalihkan pembicaraan. Karna aku sudah sangat lelah ya sudah akhirnya mau nggak mau kita ambil 2 kamar itu. Aku dan beberapa temanku menempati kamar yg di bilang 3 tahun sudah tidak di pesan oleh wisatawan .

Hari pertama tidak ada hal aneh yang terjadi, namun pada hari ke 2 sepulang kami dari pantai, kamar yang aku tempati tiba-tiba berantakan sekali, padahal aku sudah rapikan tempat tidurku sebelum berangkat tadi, kamarnya pun terkunci.

Aku sempat bertanya pada petugas hotel namun tidak ada yg memberikan jawaban. Aku pun sempat sedikit heran tapi karna aku lelah pingin cepet-cepet tidur aku pun tidak memikirkan yang aneh-aneh tentang masalah tadi. Aku langsung membereskan tempat tidurku lalu merebahkan diriku di kasur. Karna waktu itu teman-temanku masih berada di luar kamar, jadi di dalam kamar itu hanya aku sendiri tidur karna kelelahan.

Saat itu cuacanya sangat dingin aku sempat mengenakan selimut tebal supaya aku tidak kedinginan. Aku sudah mulai memejamkan mataku perlahan namun saat aku akan tidur aku merasa ada yang menarik selimutku perlahan-lahan. Aku sempat sekilas mengintip dan aku tidak melihat apa-apa. Di sampingku juga tidak ada siapa-siapa , aku berpura-pura saja tidak tau dan melanjutkan tidurku dengan perasaan yang agak resah.

Keesokan paginya aku menuju kamar mandi untuk mandi. Saat aku sedang mandi tanpa sadar aku lupa membawa handuk. Aku pun meminta tolong kepada temanku untuk mengambilkan handuk namun saat aku mengambil handuk biasanya kan ada tangan yg aku raba, namun kali ini berbeda yang aku raba hanya handuk tidak ada tangan yang memegang handuk itu, aku pun menggigil ketakutan.

Sempat sesekali aku mengintip apakah dia benar-benar temanku.Waktu mengintip lewat bawah aku hanya melihat kaki yang menggantung tidak menyentuh ubin. Aku terkejut dan langsung mengenakan baju lantas keluar.

Karna esok pagi kita akan kembali ke jember aku langsung tidur awal supaya besok bisa bangun awal. Namun saat aku tengah tidur ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku suruh kawanku membukakan. Namun ia sudah tertidur pulas, aku tidak enak juga kalau membangunkannya. Dengan perasaan berdebar perlahan aku membuka pintu . Saat aku membuka pintu tak ada seorangpun di sana, aneh sekali padahal sangat jelas tadi ada orang yang mengetuk pintu. Karna aku sangat ketakutan aku langsung tidur merebahkan diri hingga esok pagi aku bangun.

Keesokannya saat aku beres aku mencari boneka kawanku yang hilang di kamar, sempat aku curiga bahwa penghuni kamar ini yang mencurinya. Namun aku tidak berbicara apa-apa. Aku dan kawan-kawanku yang lain juga ikut membantu. Kawanku berpencar untuk mencari boneka tersayang punya sahabatku itu.

Aku sempat mencari di kolong kasurku, sapa tau ada di situ. Saat aku sedang jongkok akan mencari boneka itu, aku malah melihat sekilas ada yang tidur di bawah kolong tempat tidur itu. Dengan memberanikan diri aku melihat secara jelas bahwa memang ada seseorang yg tidur di situ dan bonekanya juga ada di situ.

Yang aku lihat adalah perempuan berambut panjang dan terurai serta mengenakan baju putih yang dilumuri banyak darah. Aku sangat-sangat terkejut dan langsung mengambil boneka dan keluar dari kamarku.

Aku langsung mengajak kawanku untuk langsung menuju mobil dan pulang. Aku tidak ingin ingat-ingat lagi apa yang terjadi padaku selama ada di hotel itu. Aku anggap itu adalah salah satu pengalaman yang berkesan.

Demikian cerita dari saya, maaf ya kalau ceritanya nggak terlalu seram. Thanks.