Part 3

Sosok itu terjun dari atas lalu tenggelam di lantai secara perlahan, mirip kalau kita lihat reality show yang menampilkan penampakan. Aslinya gak seram amat, cuma karena saya sudah terlanjur shock, lalu tidak sadarkan diri. Besok nya saya terbangun dengan kepala sakit sekali, apalagi bagian leher.
Di kantor saya tidak bisa fokus, beberapa kali kepikiran, kok bisa penampakan se frontal itu. Tiba-tiba mas doni muncul dan menepuk bahu saya, seketika itu saya langsung merasa agak fresh.
“Mas, kalau panjenengan sakit, mending ijin pulang” ujarnya. Kesempatan nih, mumpung ada pakarnya beginian. Saya ceritakan semua kejadian semalam, beberapa kali mas doni mengernyitkan alis.
“Gini aja mas, panjenengan tanya aja soal latar belakang kostan panjenengan itu, meskipun nisa lihat, saya gak bisa usir mereka” ujar mas doni, sembari kembali ke meja, karena ada pak boss lewat.
Sepulang kerja saya langsung tidur, dan malamnya begadang di warung. Awalnya mau nanya soal sejarah kost saya,tapi ibu pemilik warung malah berceletuk.
“Mas, mas nya ini kendel ya” kata ibu itu.
“Kendel gimana buk?”
“Soalnya kost sampeyan kan angker” balas ibu itu, wah kebetulan nih bisa dimintai penjelasan
Setelah diceritain panjang lebar, ternyata kost itu dulu rumah milik warga biasa, karena usahanya sukses, akhirnya pindah dan rumahnya dijual ke pemilik kost yang sekarang, karena rumahnya jelek, akhirnya dibongkar dan disisakan 3 kamar untuk disewakan. Ini bagian yang bikin saya merinding, didalam kamar tempat saya tinggal, ditemukan tungku kecil dan serpihan abu hitam diatasnya, lalu beberapa batang dupa yang sudah dibakar, semua terbungkus kantong hitam dan digantung di langit-langit. Ternyata makhluk ghaib di kost ternyata hasil dari lelaku ilmu hitam yang entah apa jenisnya sehingga dihuni makhluk ghaib. Dan malam itu saya merengek diperbolehkan menginap di warung.
Pagi harinya saya melihat ibu kost sedang memandang dua kamar sebelah saya,lalu saya coba sapa.
“Nderek langkung,ada apa buk? Kok kelihatan bingung?”
“Inggeh nak, soalnya yang ngekost disini pada gak betah, katanya banyak dhemit nya”
“Ngapunten bu, saya…”
“Nak ini mungkin lebih baik pindah aja ya? Kasian kalau kena teror juga” belum selesai ngomong, ibu itu malah nyaranin buat pindah.
Sore itu sepulang kerja saya berkemas,karena capek, saya duduk dulu, toh ini belum maghrib, sampai akhirnya petaka terjadi, saya ketiduran dan bangun selepas isya. Ruangan jadi gelap karena tadi saya tidak menyalakan lampu tapi membuka pintu dan jendela agar matahari bisa masuk. Saya meraba mencari saklar dan sukses menyalakan lampu. Namun ada yang aneh disini, pintu dan jendela tertutup rapat,masa ibu kost yang nutup? Belum tuntas berpikir, lemari digebrak dari dalam. Saya kaget setengah mati, saya coba buka pintunya dan…… bayangkan saja, tau-tau didepan pintu ada pocong!!! Badan saya lemas, kaki mati rasa dan semuanya jadi gelap.
Saya terbangun dan dikelilingi orang, lalu saya dikasih minum. Ternyata saat saya pingsan, ibu kost mampir dan melihat saya tergeletak didepan pintu, karena panik, beliau berteriak meminta tolong, pantesan ramai. Saya kemudian menceritakan kejadian yang tadi saya alami. Akhirnya pemilik kost menyuruh saya tidur dirumahnya tepat disebelah kost. Besoknya sepulang kerja saya ditemani bapak kost, nyari tempat lain, bahkan uang sewa saya dikembalikan, tapi saya tolak,karena saya sudah dapat pinjaman kasbon.

Sekian kisahnya, maaf tidak seram.