hai, nama sy tata dr Melbourne, Australia dan sekarang masih bersekolah d high school kls 12.
sy ingin berbagi pengalaman ketika sy msh bersekolah d SMAN 5 Bandung kls 10 (sy pindah ke Melbourne kenaikan ke kelas 11).
sy sedang belajar sejarah pada saat itu. dr pagi, sy memang sudah merasa pusing dan suhu badan sy agak tinggi. teman sebangku sy, Uli, menawarkan untuk mengantar sy ke UKS dan menelepon supir sy agar menjemput sy, lagipula sejarah itu pelajaran kedua dari terakhir sebelum sekolah usai jadi sy tdk usah khawatir akan melewati banyak info penting. krn sakit di kepala sy semakin parah, sy pun mengiyakan anjuran Uli dan meminta izin pada guru sejarah.
Uli mengantarkan sy ke UKS yang terletak dekat ruang piket. setelah menguruskan surat izin untuk sy Uli pun meninggalkan sy di UKS sendirian.


ketika itu, sebagian bangunan sedang dibangun, termasuk UKS. tidak banyak prbotn di dlmnya. hanya lemari kosong dan 2 buah tempat tidur. saya berbaring di salah satu tempat tidur dan terlihat tepat diatas kepala saya ada lubang yang mengarah langsung ke loteng yg gelap. tdk ada tutup, hanya lubang kotak dan gelap namun dapat terlihat genteng dan cahaya yg merambat dr sela2nya. merasa tidak nyaman, sy menyamping menghadap tembok.
saking pusingnya kepala sy saat itu, mau tidur pun susah. sejenak sy terlelap, namun terbangun oleh suara gerombolan kakak kelas yg membolos kelas. tak lebih dr 1 mnt mereka masuk, sy terlelap kembali.
sy trbangun ke2 kalinya oleh suara langkah kaki. seretan kaki, lbh tptnya. seorang gadis berseragam lusuh masuk ke UKS. grmbln kakak kelas pun sudah pergi krn hanya sy sndiri di UKS itu.
gadis tsbt duduk membelakangi di kasur yg sy tiduri, tepatnya di ujung kaki sy dan membungkuk seperti membuka sepatu. bulu kuduk sy berdiri, sy merasa ada yg ganjal dengan gadis ini. sy menatap punggungnya yg perlahan bangkit dan duduk terdiam membelakangi sy dengan rambut panjangnya yg menyapu tulang pergelangan kaki sy. panas, dingin, takut, bercampur aduk dalam hati. tiba2… gadis ini membantingkan badannya ke dekat kaki sy. rambutnya menutupi kaki sy dan dia tidak bergerak namun bernafas berat seperti sesak. sy menangis tersedu namun tak berani berteriak. sy gigit bibir saya sekuat tenaga sambil menangis dan sy pun tak sadarkan diri.
sy ingat setelahnya sy membuka mata dan hal pertama yg sy lihat adalah lubang di atap yang menganga. dengan gugup sy mengintip ke arah kaki sy dan tidak ada siapapun berbaring disitu. gadis itu hilang, tanpa jejak. seprai tempat dimana semestinya dia berbaring itu bersih tanpa kusut apapun. sy menangis ketakutan dan dengan sisa tenaga yg sy punya sy berlari keluar UKS dan tersadar bahwa sy baru melewatkan 1 jam pelajaran. sy berlari kembali ke kelas dan ketika itu pelajaran dikelas sy telah berganti menjadi sosiologi. murid2 dikelas sy heran memandangi sy, begitu pula ibu guru sosiologi sy. sy berjalan ke arah bangku sy sambil menangis, Uli mengusap punggung sy, heran.
“dari mana dia?” tanya ibu guru pada Uli sambil duduk disamping sy ikut menenangkan.
“dari UKS bu, nunggu dijemput supirnya. badannya panas gini…” jawab Uli.
tdk bisa bicara sy hanya terus menangis krn shock. ibu guru sosiologi hanya diam, seperti mengerti apa yang baru sy alami. beliau hanya berpesan pada murid lain untuk lgsg pulang bila merasa tidak enak badan dan tidak berkeliaran dekat UKS. beliau tdk mengatakan kenapa, beliau hanya tersenyum masam bila ditanya dan berkata “kasihan, kita doakan saja.”
belakangan diketahui, dulu seorang siswi meninggal di UKS akibat penyakit asmanya yang kambuh sblm sempat dilarikan kerumah sakit. tdk yakin apakah ini benar atau tidak, namun sy doakan semoga siapapun dia semoga tenang sisi-Nya dan kejadian yg saya alami tidak akan terulang lagi kepada yg lain. Amin.