Narasumber: Wakhida Rakhmawati

Senin, tgl 29 Februari 2016, sekitar jam 10 malam dan Selasa, Tgl 01 Maret 2016, sekitar jam 14.30 WIB

Kepercayaan diriku sekarang sudah mulai sedikit berkurang, selama ini kupikir kamar tidurku adalah tempat yang paling aman dari gangguan MG. Kalau pun pernah lihat atau diusilin oleh MG, itu pun terjadi di luar kamar, tidak pernah di dalam kamar.

Tapi 2 kejadian aneh malam itu (senin) dan pada hari Selasa siang, membuatku harus berpikir ulang lagi, benarkah kamarku masih aman dari keusilan MG di rumahku? 😀 .

Begini ceritanya…

Kejadian 1 : Malam itu, keluargaku sedang berada di kamar tidur, anakku sudah tidur dari tadi, sedangkan aku dan suami masih beraktivitas. Suamiku saat itu sedang mengerjakan tugas untuk mengetik soal ujian dengan laptop di meja, suamiku juga seorang guru, hanya beda sekolah, sedangkan aku saat itu tiduran di kasur bawah dekat meja, sambil asyik berchat ria dengan teman-teman.

Saat sedang asyiknya berchat ria, kakiku ditepuk-tepuk oleh suamiku,” Ma..ma…lihat tuh kertasnya,” sambil menunjuk ke sesuatu di lantai kamar.

Aku pun terus menoleh ke arah yang ditunjuk oleh suamiku. Dan apa yang kulihat membuatku benar kaget, dari posisi tidur-tiduran,aku langsung duduk dan mengamati dengan penuh keheranan.

Bayangkan saja selama durasi waktu 3 menit, kami berdua melihat satu gumpalan kertas bekas mainan anakku sedang bergerak-gerak sendiri. Gumpalan kertas itu berpindah-pindah tempat dengan cara menggelinding ke sana kemari seperti ada “sesuatu” yang menendang gumpalan kertas itu, seperti sedang bermain, seperti itulah yang kami lihat.

Gumpalan kertas itu masih terus bergerak,hingga suamiku berkata,”Nggak usah ganggu. Sama-sama makhluk Allah. Kalau perlu, bantu aku biar kerjaanku segera selesai.”

Setelah suamiku selesai bicara, gumpalan kertas itu pun langsung berhenti sendiri. Aku yang tadinya cuma bengong melihat gumpalan kertas itu bergerak-gerak sendiri, berinisiatif untuk mencari tahu, untuk memastikan saja apakah ada serangga atau hewan kecil yang menggerakkan kertas itu, lalu aku berdiri menuju gumpalan kertas itu (tentunya setelah tidak bergerak lagi) dan kutendang…ternyata tidak ada serangga atau hewan kecilnya.

Jujur, kejadian tersebut membuatku sangat ketakutan lebih dari biasanya, Untungnya suamiku terlihat santai saja sambil meneruskan pekerjaannya, jadi sedikit banyak membuatku juga sedikit tenang. Hasrat melanjutkan berchating ria pun lenyap dengan sendirinya, dan aku memilih tidur saja di tempat tidur atas menemani anakku.

Kejadian 2:Dari sekolah aku pulang naik angkot dengan anakku untuk pulang ke rumah dengan membawa satu tas kresek hitam yang merupakan oleh-oleh seorang teman guru. Sengaja tas kresek itu kuikat agak kencang, karena memang berisi Klanting pedes sama keripik jamur kuping, makanan yang gampang melempem (melempem itu bahasa Indonesianya apa ya?? 😀 )

Perjalanan dari sekolah sampai rumah dengan naik angkot sekitar 25 menit, jam 13.30 WIB tiba di rumah. Sampai di rumah, tas kresek itu kutaruh di atas lemari di kamar tidur, anakku masih berada di kamar sambil main game dari HPku, sedangkan aku keluar kamar untuk bersih-bersih di kamar mandi. Tak lama berselang suamiku pun pulang,

Saat aku masih di kamar mandi, dan suamiku sedang melaksanakan sholat di sebelah kamar tidurku (kamar itu memang diperuntukkan untuk sholat), tiba-tiba anakku berteriak-teriak ketakutan sambil berlari keluar kamar tidur sambil menunjuk-nunjuk ke arah kamar tidur. Dan tentunya kami yang berada di rumah saat itu kaget sekali, takut ada sesuatu yang menimpa anakku.

Setelah agak tenang, dia lalu cerita pada kami, saat sedang asyik-asyiknya anakku bermain, tiba-tiba dia mendengar ada suara dari lemari di mana tas kresek hitam yang berisi makanan itu kutaruh. Anakku melihat tas kresek itu seperti ada yang pegang-pegang dan terus membuka ikatan di tas kresek itu, makanya dia jadi ketakutan dan segera lari ke luar kamar tidur

Kami pun penasaran dan masuk ke kamar, dan memang ternyata ikatannya sudah terlepas dan membuka sendiri. Yang lain selain aku dan anakku, belum begitu jelas dengan apa yang terjadi saat itu dan apa yang diceritakan oleh anakku.

Tapi setelah aku menceritakan kembali yang sebenarnya kalau seharusnya tas kresek hitam itu kondisinya tidak seperti itu, harusnya masih kondisi terikat biar isinya tidak melempem, tidak membuka seperti yang kami lihat saat itu.

Kalau kena kipas angin, ya tidak mungkin, karena anakku tidak menyalakan kipas angin saat itu, dan dia juga nggak begitu suka pakai kipas angin dan juga harusnya tas kreseknya bergerak ke kiri dan kana. Kalau kena angin yang masuk dari jendela, rasanya juga tidak mungkin karena posisinya agak jauh dari lemari di mana aku menaruh tas kresek itu

Demikianlah ceritanya, terima kasih 😀

Tukang nulis cerita orang : Kapten Lazaro

5221_733564000114249_6462358304159022479_n