Penulis : Andri Agusta

Ini kejadiannya saat setelah saya memposting kisah The return of Titin hari kamis kemarin. Pada saat saya sedang mengetikkan kisahnya untuk diposting disini istri saya menelepon, dia mengatakan kalau Am dan Ti hendak meminjam uang untuk pindah kontrakan, rencananya malam hari mereka akan pindah. Saya meng-iya-kan dan saya bilang malam kita antar uangnya sekalian bantu2 pindahan.

Malam harinya istri saya menelepon Ti, tapi hpnya gak aktif, kemudian beralih menelepon ke Am, hp nya aktif dan diangkat oleh Ti, ternyata hp nya Ti sedang rusak jadi tidak bisa dihubungi, dan mereka pada saat itu ternyata sudah angkut2 barang ke kontrakan yang baru.

Kami segera menyusul ke kontrakannya yang baru, tapi karena hanya memakai mobil pick up kecil sedangkan barangnya banyak proses pindahannya tidak bisa sekali jalan, jadi pada saat kami tiba di kontrakan mereka yang baru mereka sudah tidak ada karena harus ambil barang lagi di kontrakan yang lama. Saya dan istri langsung balik kanan menuju kontrakan lama, di tengah perjalanan Ti menelepon menggunakan hp nya Am, dia mengatakan hp nya yang rusak hilang dan Titin mengamuk, barang2 pada melayang dia lempar, dia tidak mau mereka ini pindah padahal sebelumnya dia sudah mengijinkan mereka pindah dan berjanji tidak akan mengganggu lagi.

Selesai Ti menelepon tiba2 masuk pesan WA di hp istri saya dari hp Ti yang rusak dan hilang, ternyata dari Titin, dia memohon-mohon kepada istri saya supaya membujuk Am dan Ti untuk tidak pindah. Karena istri saya tidak menanggapinya dia jadi marah, dan diujung pesannya di WA dia menuliskan kata2 “its me…” dan mengirimkan sebuah foto, sosok yang kita kenal sebagai mba kunti pada umumnya ; pakaian putih, rambut hitam panjang tergerai, wajah cantik tapi pucat dengan pandangan mata yang tajam menatap dengan marah.

Istri saya diboncengan belakang teriak dikirim foto seperti itu dan menunjukkannya ke saya, karena saya sedang bawa motor jadi hanya melihat sebentar saja dan mengatakan kalau itu hanya foto yang diambil di google dan menyuruh istri saya segera menghapusnya karena dia ketakutan melihat foto tersebut, dan segera dia hapus.

Tak lama kami tiba di kontrakan lama, Am dan Ti serta beberapa orang yang mereka bayar untuk membantu pindahan sedang sibuk mengangkut barang2 dari kontrakan ke mobil pickup. Saya segera ikut membantu sedangkan istri saya ngobrol dengan Ti, dia menceritakan kejadian di motor tadi kepada Ti. Ti langsung menebak ciri2 dari mba kunti di foto tersebut dan mengatakan kalau Titin memang ciri2nya seperti itu, istri saya menyampaikan ke saya kalau itu memang fotonya Titin,tapi saya tekankan kalau itu cuma foto yang diambil dari google dengan maksud supaya istri saya tidak terus ketakutan, tapi saya sebenarnya jadi penasaran, apakah itu foto hasil googling atau benar2 fotonya Titin.

Lanjut ke cerita dari Ti, dia mengatakan kalau Titin tadi ngamuk2 melempar -lempar barang dan menangis dengan sangat keras. saking kerasnya, tangisan Titin sampai terdengar oleh orang2 yang sedang angkut2 barang, mereka langsung berhamburan keluar mendengar jeritan Titin tersebut. “Tanya aj tuh orangnya” kata Ti sambil menunjuk abang2 yang sedang duduk istirahat di pinggir jalan, saya menengok dan dia hanya mengangguk sambil nyengir. Proses pindahan dilanjutkan dan kali ini berlangsung dengan lancar tanpa gangguan.

Setelah saya dan istri pulang, saya langsung cek foto2 kunti di google, melanjutkan rasa penasaran saya yang tadi. Tapi tidak ada satupun foto yang sama dengan foto yang dikirimkan oleh Titin tadi.

Saya segera mengecek hp istri saya untuk melihat foto yang sudah dihapus tadi. Teman2 tau kan kalau data percakapan termasuk foto dan video di WA akan otomatis di backup oleh WA, jadi kalaupun terhapus atau dihapus data2 tersebut masih ada di database.

Saya langsung mengeceknya, ada banyak foto2 yang sudah dihapus oleh istri saya disitu, tapi tidak ada foto yang dikirim oleh Titin tadi, masih penasaran saya coba sambungkan ke laptop supaya mencarinya lebih enak, tapi foto itu tetap tidak saya temukan, padahal foto2 lain yang sudah dihapus masih ada disitu. Makanya sekarang saya simpulkan kalau itu benar2 fotonya Titin, alias si Titin tadi itu benar2 SELFIE !! Ahh sial… batin saya, kalau sempat di transfer ke hp saya tadi mungkin foto itu akan tetap ada dan bisa saya share ke sobat2 reunion semua.

Saya mencoba membujuk Titin mengirimkan kembali fotonya tersebut, tapi jawaban dia singkat saja dan agak porno begitu