Pengirim : Novita Bunda Ayra
Mau berbagi cerita mimin….
Tepatnya ini kisah ayahku yang tepatnya terjadi pada tahun 90an.
tempat tinggalku dulu gak seramai sekarang bisa dibilang masih banyak kebun dan pohon-pohon lebat…
malam itu ayah dan pamaku pergi kesawah untuk mencari belut…
setelah mencari cukup lama ternyata tidak ada hasil…
akhirnya ayahku berfikir untuk pindah ketempat bekas gakian pasir yang posisinya ada dibawah pemakaman umum.
karena disana katanya sering ada ikan atau belut yang terjebak kalau habis hujan disekitar bekas galian tersebut.
akhirnya setelah sampai lokasi mereka berkeliling disekitar galian tersebut,setelah cukup lama berkeliling akhirnya mereka menemukan belut dan berhasil menangkap 2 ekor belut yang lumayan besar….
dan disini lah har aneh mulai terjadi,ketikan ayahku ingin memotong belut untuk dibersihkan disitu tiba-tiba ntah dari mana ada yang mengguyur ayah dan pamanku dengan pasir…
dan itu terjadi beberapa kali ketika ayahku ingin memotong belut itu.dan nyali pamanku pun udah mulai menciut langsung ingin pulang dan meminta agak belut itu dilepaskan saja.
Namun ayahku tidak mengiyakan malah nekat memotong belut itu,pamanku yang nyalinya sudah ciut tidak mau tetika ayahku memberikan sebagian belutnya untuk dibawa pulang.pamanku menolak dan memberikan semua belutnya untuk ayahku….
selama perjalanan pulang ayah dan paman mendengar seperi orang berjalan menggunakan kain basah.
sampai rumah ayahku langsung mencuci kembali belutnya dan langsung memberikan bumbu niatnya mau langsung dimasak saat itu juga.pada saat itu rumah kami masih bilik dan tiba tiba didapus seperi ada yang berjalan sambil memegang bilik sehingga menimbulkan suara “srek,,,,,srek,,,,,Srek……”
ayahku mulai sadar ini ada sesuatu yang gak beres….
tidak lama terdengar seperti suara orang berjalan diatas genteng.
ayahku langsung keluar dan melihat tidak ada apa-apa di halaman belakang hanya suasana gelap dan pohon2 pisang….
dan ketika ayahku ingum nulai memasak tiba-tiba terdengar lagi suara orang berjalan diatas genteng…
dan ayahku pun langsung keluar dan bilang
” jangan suka ganggu,masing-masing aja”
setelah berkata seperti itu ibuku tiba-tiba didalam kamar berteriak histeris dan ayahku langsung memburu kekamar,ternyata ibuku melihat ada kuntilanak yang sedang berdiri didepan pintu kamar,refleks ibuku langsung teriak sambil menggendong aku yang saat itu masih kecil…
ketika ayahku datang kuntil anak itu langsung menghilang meninggalkan suara tawa cekikikan diluar rumah,ayahku pun langsung mengejar,ternyata kuntilanak itu marah karena merasa peliharaannya dibunuh sama ayahku.
untung saat itu masih ada almarhum kakeku dia guru mengaji dikampungku saat itu.setelah kakek dan ayahku membacakan ayat-ayat suci alqur’an kuntil anak itu pergi menjauh menuju tempat galian pasir sambil melengkingkan suara nya yang nyaring…
tidak sampai disitu kuntil anak itu masih berbuat ulah untuk balas dendam dan berimbas ke ibuku…
cerita selanjutnya di tulis nanti yah,mau lanjut kerja lagi….
nanti longgar langsung update.