Narasumber : sahabat reunion
Ini cerita yang dialami salah satu teman kostku, kamarnya di lantai atas kamarnya persis di depan kamar Vena, namanya Mbak Frina, aku sangat dekat dengan dia, kami sering keluar bersama-sama dan aku sering main di kamarnya.
Kejadiannya terjadi saat Mbak Frina lagi nggak enak badan, sehingga dia tiduran saja seharian. Aku sendiri waktu itu seharian juga tidak main ke kamarnya di lantai atas, sibuk karena ada acara dengan temanku yang lain.
Oh ya sebenarnya kamar yang ditempati Mbak Frina itu di tempati untuk 2 orang, dan kamar tidurnya bertingkat, terbuat dari besi. Tetapi saat kejadian teman sekamarnya sedang pulang kampung.
Saat Mahgrib, pintu kamar ada yang mengetuk beberapa kali, Mbak Firna yang memang agak lemas badannya, tidak bergerak dari tempat tidur, dia cuma teriak,”Siapa ya?” dan ada jawaban yang menyebutkan namaku. Mbak Firna lalu menyuruhku untuk masuk saja ke dalam kamarnya.
Pintu pun dibuka, dan Mbak Frina melihatku masuk ke dalam kamarnya,tidak ada hal yang mencurigakan yang dilihat dia dari diriku saat itu, karena aku melakukan aktivitas yang sering/biasa aku lakukan kalau sedang main di kamarnya, seperti ke cermin rias, menyisir rambut, bersolek…jadi bener-bener aku banget deh :D.
Tak lama kemudian “diriku” mengajaknya bicara sambil menuju ke tempat tidurnya, “Sakit ya? Geser dikit donk mbak tidurnya, aku juga mau rebahan!”
Mbak Frina pun menggeser badannya, tetapi karena badannya masih lemas, dia hanya mampu bergeser sedikit, lalu setelah itu dia membalikkan badannya ke arah tembok. Sosok yang menyerupai aku pun merebahkan diri di samping Mbak Frina dan memeluknya dari belakang sambil terus mendorong badan Mbak Frina sambil berkata, “Agak sana donk, sempit nih.”
Entah kenapa setelah beberapa saat, dia tiba-tiba merasa merinding, sosok yang menyerupai aku, yang tiduran bersamanya tiba-tiba tertawa pelan “hii… hii.. hi.., dan membuat bulu kuduk Mbak Frina merinding.
Ditambah pelukkan dari “aku” yang diperutnya semakin lama semakin kencang Mbak Firna rasakan. Barulah dia menyadari kalau itu bukan aku, tapi karena tidak bisa melihat ke arahku yang memeluknya, dia hanya bisa melihat sekilas perubahan dari kedua tangan yang memeluk di perutnya, tangannya menjadi keriput, kurus, dan kuku-kukunya kotor serta panjang-panjang.
Mbak Frina yang sudah sakit dan digangguin seperti itu, akhirnya pingsan dengan sukses.