Narasumber: Sahabat Reunion
Cerita sebelumnya ada di sini https://www.facebook.com/www.mistik.reuni…/…/697485217055461
Ada lagi cerita temanku yang pernah ditampakin sosok yang menyeramkan.
Namanya Vena (samaran), dia saat itu baru pindah ke kost-anku. Kamarnya letaknya paling ujung di lantai atas/lantai 2.
Ceritanya begini… Namanya pindahan ke tempat baru, tentunya Vena harus menata kamar barunya dengan barang-barang bawaan miliknya dari tempat kost yang lama , dan karena kecapekan dia pun langsung tertidur, walaupun belum semua barangnya tertata rapi dan kamar masih berantakan.
Tahu-tahu sekitar jam 2 dini hari dia terbangun, katanya saat itu yang pertama kali dia rasakan adalah hawa di kamarnya yang terasa gerah, tapi karena masih mengantuk dia acuhkan saja.
Saat terbangun, posisi tidurnya saat itu menghadap tembok, dengan masih setengah merem, dia lalu membalikkan posisi badannya ke arah sebaliknya.
Dan saat sudah hampir terlelap, tiba-tiba “Bug..bug…” dia mendengar seperti ada barang yang jatuh. Sangat jelas terdengar berasal dari sebelah bawah tempat tidurnya. Matanya yang sudah merem pun terbuka, dan akhirnya dia pun memaksa dirinya untuk duduk, agak penasaran juga dengan suara yang ia dengar itu.
Tanpa punya pikiran yang aneh-aneh, dia lalu melihat ke sumber suara berasal….Astaga…dia setengah tidak percaya akan apa yang dia lihat, ternyata ada sepasang kaki dan sepasang tangan yang tergeletak di lantai yang kondisinya berlumuran darah di sebelah ranjang tidurnya.
Langsung saja dia segera naik ke tempat tidurnya, kaget sekali rasanya, jantungnya mulai berdetak dengan kencang daripada biasanya, keringat dingin pun keluar dari badannya.
Tapi ternyata semua itu barulah kejadian awal dari teror yang harus dialaminya pada dini hari itu. Sambil memeluk kedua kakinya di atas tempat tidur, dia berusaha untuk menenangkan dirinya, tapi entah dari mana asalnya… ada keinginan yang tak bisa ia lawan, dia seperti diarahkan untuk memandang ke atas lemari.
Kembali mata Vena terbelalak dan badannya langsung kaku, nggak bisa bergerak…di atas lemari, ada sebuah kepala wanita yang sedang memandanginya sambil tersenyum lebar, rambutnya acak-acakan. Mbak Vena tidak bisa mengalihkan pandangan dari kepala wanita itu, wajah wanita itu sangat menyeramkan, kulit wajahnya rusak, penuh luka seperti tersilet-silet, serta berlumuran darah yang meleleh membasahi wajah wanita itu.
Sungguh sangat tersiksa sekali situasi yang dialami Vena, dia tidak bisa menggerakkan badannya, hanya matanya yang bisa digerak-gerakkan dan mungkin kalau dia boleh memilih pingsan saja, pasti akan segera dilakukan, tapi entahlah dia tidak berdaya, hanya bisa “menikmati”pemandangan seram itu.
Dengan ketabahan yang luar biasa, Vena lalu mencoba berkomunikasi dengan sosok itu, walaupun hanya dalam hati, Vena lalu bertanya,”Apa maumu? Kenapa kamu mengganggu aku?”
Dan kepala itu pun merespon sambil tertawa, suara tertawanya tidak melengking, cuma terkekeh-kekeh, wajah wanita itu berkata,” Ini rumahku! Aku anak dari pemilik rumah ini. Wajar donk kalau aku main-main. Kamu bisa nggak mengambilan tangan dan kakiku…hiii..hi…hii.. (kembali wanita itu tertawa)”
Dan yang menambah horror Vena adalah, kepala yang tadinya berada lemari tiba-tiba menghilang, dan belum sempat bernapas lega, eh tahu-tahu muncul di dekat sebelah kaki Vena dan sambil terus-terusan tertawa.
Vena nggak bisa apa-apa, dia hanya bisa mendengarkan suara tertawa itu dengan “pasrah” wong nggak bisa menggerakkan badan, Ada setengah jam dia mengalami hal tersebut, dan setelah itu kepala wanita itu pun menghilang, dan akhirnya badannya pun kembali bisa bergerak lagi.
Dasarnya dia wanita yang pemberani dan karena memang dia agak tomboy dan cuek orangnya, walaupun sempat ketakutan juga, dia tidak tetap bertahan di kamar dan selanjutnya (luar biasa) melanjutkan tidurnya lagi. Hebat