Narasumber: Sahabat Reunion
Cerita ini tentang waktu aku kuliah dulu, tepatnya tentang kostku yang super angker (menurutku sih sebagai orang awam).
Sebagai gambaran, aku ceritain semua detailnya tanpa ada yang aku tutupi, biar asyik. Aku kuliah di Universitas Merdeka Malang, angkatan tahun 2006, fakultas fisip, dan kostku berada di belakang kampus itu. Kost anku cukup dekat dari kampus, wong aku tinggal jalan kaki sebentar sudah sampai di kampus.
Jadi lokasi kostanku, di belakang kampus, sebelah kiri ada satu rumah besar, kost untuk cewek, nah di sebelahnya lagi, itu tempat kostku, sebelum warung makan Mbak An (tempat nongkrong mahasiswa Fisip dan kadang juga dosen).
Aku kost pertama kali di kamar bawah paling ujung, dekat kamar mandi dan dibelakangnya ada halaman yang ada tempat lapangan basket kecil dan kamar pembantu, di dekat kamar mandi ada loteng untuk naik ke tempat jemuran yang ada tandon air yang tak pernah terjamah manusia.
Jadi kamar anak kost sama rumah ibu kost berdempetan tapi beda rumah
Awalnya sih,aku nggak tahu kalau kost-anku angker, hingga aku mengalami kejadian ganjil untuk pertama kalinya di kost tersebut. Waktu itu kejadiannya sehabis liburan kuliah, tahukan anak kost kalau habis liburan pasti datangnya molor-molor kalau balik ke kost, jadi waktu sampai di kost ternyata sepi banget….cuma aku yang baru datang, keluarga pemilik kost juga nggak ada, teman-teman juga belum pada balik,. Walaupun aku sendirian di kost itu, tapi ya nggak ada perasaan apa-apa, maklumlah aku khan belum tahu kalau kost ku angker.. 😀
Sore itu aku naik ke lantai atas, mau lihat acara di TV di ruangan yang ada TV nya, maklum di kamar tidak punya TV. Di sebelah ruangan itu tempat jemuran dan selanjutnya kamar-kamar kost.
Aku sendirian nonton TV, saat sedang asyik nonton film Naruto…eh..nggak tahu kenapa, tengkukku tiba-tiba terasa panas banget, hanya bagian tengkuk saja yang panas, yang lain biasa .
Waaahhh…nggak enak nih perasaanku, langsung saja kumatikan TV, terus turun ke bawah mau kembali ke kamar, eh..belum sampai ke bawah, baru di tengah-tengah tangga, lampu mati. Untung bawa HP, langsung saja aku cepat-cepat jalan dengan bantuan cahaya Hp ke kamar
Sampai di kamar, aku lalu menghidupkan lilin. Lalu aku duduk di tempat tidur, kemudian SMS salah satu teman kost, dan dibalas, ternyata dia dalam perjalanan menuju ke kost…fiuuhhh…leganya.
Akhirnya nggak sadar, sambil menunggu kedatangan temanku, aku melamun..tiba-tiba…api yang berasal dari lilin yang kutaruh di meja, yang letaknya di dekat kakiku (posisinya aku di kasur setelah itu meja, yang mepet dengan kasur), apinya jadi memanjang dan panjangnya sampai 2 kali ukuran lilin yang sedang kunyalakan,”weh panjang banget”dalam hatiku.
Saat aku masih melongo melihat pemandangan aneh api lilin yang memanjang itu, di luar kamar, ada suara orang lari di tangga menuju ke lantai atas ke ruang TV tadi, dan disusul suara pasir atau kerikil yang dibuang atau dilemparkan di genteng di halaman belakang kost-kostan.
Siapa yang nggak takut kalau situasinya seperti itu, apa lagi aku hanya sendirian saat itu dan lampu/listrik mati. Langsung saja aku tidur-tiduran, dan sms temanku tadi, yang katanya dalam perjalanan ke kost, berharap dia cepat sampai ke kost. Tapi ya begitulah…tetap saja aku harus lumayan lama menunggu kedatangan temanku itu.
Ternyata, ada 2 orang teman satu kost yang mengalami kejadian yang lebih seram dari pada yang kualami… dan walaupun begitu, kami tetap bertahan tinggal di kost tersebut sampai kami semua lulus kuliah
Memang sih tidak setiap hari kami selalu di kost, kalau weekend sebagian besar pada pulang kampung, kalau aku sendiri sih biasanya ke rumah tante, yang kebetulan berdomisili di Malang
Kapan-kapan akan kuceritakan… terima kasih.
Tukang bantu menulis cerita : Kapten Lazaro