Penulis : NINIT

Langsung aja …cerita ini cerita nyata lebaran tahun 2010. seperti hari idul fitri sebelum2nya, di rumah tinggal aku dan orang tua ku, karna kaka2ku sudah punya rumah masing2, pagi2 kami bersiap2 berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat ied, sepulang nya dari masjid aku dan mama ku yang sampai rumah duluan, kami menunggu bapakku pulang, tidak berapa lama akhirnya bapakku pulang, aku dan ibu ku yang dari tadi menunggu di depan rumah menghampiri bapakku,

Memang dari jauh aku seperti melihat bapakku jalannya seperti melayang, mukanya yg tidak seperti biasanya sekarang jadi pucat dan wajahnya terlihat tegang.

Kami menghampiri tapi beliau menepis tangan ibuku yang ingin bersalaman dan memohon maav. Ibuku langsung saja bingung dia pikir bapakku marah dan tidak mau memaavkan ibuku.

Bapakku langsung masuk kamarnya. ( kamar bapakku itu di kamar kontrakan samping rumah kami, masih satu rumah juga. karna dia bilang ingin tidur sendiri jadi dia minta kamar sendiri) bapakku langsung masuk kamarnya, dan menguncinya, dimatikan lampunya.

Mamaku yang panik langsung gedor2 pintu, dia berusaha membuka jendela kamar agar bisa melihat keadaan bapakku, sampai tangan mama ku berdarah kena pecahan kaca yang pecah karna dipaksa buka oleh mamaku.

Aku yang panik liat tangan mamaku berdarah, dan bapakku yang lagi meraung raung seperti macan di dalam kamarnya, langsung lari ke rumah kaka pertamaku disamping gang rumahku yang tidak terlalu jauh, akhirnya kaka pertamaku dan kaka2 ku yang lain datang.

Kaka iparku (cewe) 2 menangis karna melihat bapakku sambil memegang golok dan goloknya seperti mau ditancapkan ke badan bapakku, ubin di pukul bapakku sampai pecah. dan kaka ke tigaku (laki2) melihat didalam kamar bapakku, semua pegangan bapakku ada semua, dari yang berbentuk kuntilanak dsbnya sampai harimau ada semua disitu, kami ga bsa berbuat apa2, karna pintu tidak bisa di dobrak sama sekali.

Singkat cerita bapakku tersadar. dia berdiri dan keluar kamar, kami langsung memeluknya dan menangis, terlihat wajah bapak belum seperti biasanya.

Bapak memanggil kaka ketigaku dan dia disuruh cari daging mentah. bayangin susahnya gimana tuh nyari daging lebaran begitu, kan ga ada yang buka, tapi ga tau gimana caranya, kaka aku dpt tuh daging mentah, yang akhirnya dibawa ke kamar bapakku dan dimakan oleh bapakku.

Setelah itu keadaan bapak berangsur normal, dan dia cerita kalo semua pegangannya ga mau dilepas, cukup dirawat aja, mereka hanya ingin menjaga keluarga ku. bukan untuk hal yang aneh2.
sekian ceritanya,,,ntar qw ceritain lagi yang lain,