Penulis : Indra Damara
.
Asalamualaikum sobat mistik reunion
Kali ini saya akan membahas kisah tentang teman saya, yang memang cara meninggal nya tidak wajar dan menurut beberapa orang sekitar menjadi tumbal penunggu sungai yang ada di kampung saya

Langsung saja cerita nya
.
Waktu itu entah tahun berapa, sekitar tahun 2012, di sebuah sore hari yang cerah saya berniat pergi ke rumah teman, dan di jalan saya bertemu dengan teman lama saya yang memang jarang ketemu, saya pun menyapa dia dan mengobrol sebentar, lalu pamit untuk melanjutkan perjalanan ke rumah salah satu teman saya, karena saat itu saya buru buru
.
Setelah sekitar 15 menitan, dan saya langsung pulang ke rumah, sampai rumah saya langsung mendapat kabar yang membuat saya kaget, saya mendapat informasi bahwa teman saya yang tadi saya sapa di jalan telah tiada
.
Awalnya saya tidak percaya, tapi mau bagaimana lagi kenyataan nya memang seperti itu, saya pun langsung lemas dan tak menyangka bahwa itu perjumpaan terakhir saya dengan dia.
.
Setelah mandi saya pun langsung melayat ke rumah nya, yang memang agak jauh dari rumah saya, di sana sudah banyak berkumpul, ada sanak saudaranya, teman sepermainannya, dan teman sekolahnya pun ada.

Sampai di sana saya melihat ibu teman saya ini sangat sedih, dan menyuruh kita para pelayat untuk pergi, karena si ibu masih tidak percaya akan kematian sang anak
.
Besoknya saya sekolah seperti biasa, dan menemui kakak kelas saya yang memang berada di lokasi ketika almarhum merenggut nyawa karena tenggelam, dan saya langsung tanya kronologis nya bagaimana.

Untuk memudahkan pembaca saya akan berperan sebagai saksi hidup atau saksi kejadiannya, oke cendol
.
Setelah saya melihat si Aldi (samaran dan korbannya) saya langsung mengeluarkan sepeda tercinta saya dan berniat mengajak si Aldi buat cuci sepeda bareng, dan tenyata dia mau
.
Saya dan si Aldi pun sudah sampai di sungai yang akan kami tuju, ya kalau masih anak anak begini bukan buru buru nyuci sepeda nya tapi malah muter muter dulu setelah puas muter muter saya pun langsung mengajak si Aldi buat nyuci sepeda
.
Biasa namanya juga anak anak kita nyuci sepedanya sambil main main, kaya drama gitu deh, ha… ha . ha …
Ketika bermain main, ternyata lap yang saya pakai hanyut terbawa air dan langsung saya kejar, saya berhasil menggapai nya dengan cara basah basahan, karena saya tidak tau kalau perairan dangkal yang saya turuni itu dalam, dalam nya kira kira sedada saya lah
.
Setelah saya ambil lap saya dan lanjut nyuci, ternyata giliran lap teman saya si Aldi yang hanyut dan anehnya ke kejar pas di perairan dangkal tadi, si Aldi pun langsung turun tapi aneh nya dia tiba tiba hilang dan seolah olah perairan itu sangat dalam
.
Awalnya saya pikir dia hanya main main tapi ternyata tidak, dia muncul lagi dengan wajah biru, seolah habis di gebuki sama mas kapten lazaro, dan satu kata yang keluar dari mulutnya adalah “TOLONG.”
.
Saya akhirnya sadar dan langsung meminta bapak-bapak penambang pasir yang memang ada di sekitar tempat saya nyuci sepeda, mereka pun langsung menolong dan anehnya Si Aldi ini seolah hilang ditelan bumi dan akhirnya ditemukan tersangkut di sebuah lubang yang memang menjorok ke atas dan kelihatannya memang lumayan dalam.
.
Setelah mayat teman saya di angkat, saya kaget keadaan nya sangat mengenaskan, matanya biru, kepalanya biru, seolah-olah dia kehabisan darah dan darahnya dihisap oleh sesuatu yang memang tak kasat mata
.
Oke skip aja deh jangan kelamaan

Ternyata misteti kematian si Aldi belum selesai, setelah kematian nya ada banyak kesaksian dari para penambang pasir yang ikut menolong dan keluarga si Aldi
.
Kesaksian pertama datang dari Ibu Si Aldi, dia bercerita bahwa 7 malam awal setelah si Aldi meninggal, dia selalu di datangi si Aldi dalam mimpi dan selalu merintih meminta tolong, di dalam mimpi tersebut dia melihat keadaan si Aldi yang sangat parah, lehernya di ikat rantai, kakinya terseok-seok, dan bagian tubuhnya sangat banyak bekas sabetan, dan selebihnya saya tidak tau lagi
.
Kesaksian kedua datang dari orang yang pertama kali menemukan mayat Si Aldi dia bercerita bahwa pas malamnya dia di datangi seorang perempuan cantik dan diiringi oleh seorang kakek tua berpakaian serba putih, di sana si perempuan marah marah dan bilang kalo dia (penolong) menganggu acara makan dia, karena dia memang penghuni baru di sungai tersebut
.
Dan kesaksian yang bikin saya aneh adalah, sering sekali ada tetangga,teman, atau orang yang pernah kenal si Aldi, mereka sering melihat Almarhum duduk di batu sekitar tempat dia meninggal, almarhum menampakan diri dalam keadaan sangat memprihatinkan, kadang sambil duduk dan menatap kosong, kadang juga sambil menyeret rantai di tangannya
tapi dari pada itu, saya memohon kepada pembaca untuk mendoakan semoga arwah almarhum diterima di sisi-NYA
.
.
Sebagai informasi, cerita ini bukan karangan saya pribadi, dan memang benar terjadi, memang di tempat saya ada mitos mahluk halus penghuni sungai yang suka menghisap darah dan dalam bahasa sunda di kenal dengan istilah LEMBU, menurut beberapa saksi yang pernah melihat nya, wujud lembu itu seperti sapi tapi berbadan manusia, dan masih banyak lagi cerita tentang lembu tersebut, yang akan saya ceritakan lain waktu
.
Itulah cerita saya, maaf kalo terkesan curhat dan tidak seram,
semoga pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita yang saya sampaikan
.
Oke
Asalamualaikum

Dadah, jumpa lagi nanti