Ini kejadian terjadi di Bulan September 2013, yang mengalami adalah istriku sendiri di kantornya setelah dia selesai memberi kuliah.
Istriku adalah seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, hari kejadian dia agak lupa. Tetapi saat itu dia mengajar 3 kelas secara beruntun, mulai mengajar jam 08.00 WIB dan selesai mengajar sekitar jam 12.30 WIB. Sungguh melelahkan hari itu bagi dirinya.
Setelah selesai mengajar, dia pun kembali ke kantornya untuk beristirahat dan makan siang. Nah saat memasuki kantor atau tepatnya saat membuka pintu kantor, dia seperti mencium sesuatu, yaitu seperti ada bau asap cerutu dan melihat ada asap tipis di ruang dalam bagian depan sendiri, yaitu bagian recepcionist.
Dia agak heran apa ada yang sedang atau habis menghisap cerutu saat itu, karena jelas di kantornya tidak diperbolehkan merokok dan kantornya menggunakan AC. Lalu dia pun memanggil Mbak Yuni (samaran) dan Mbak Tuti (samaran) yang berada di ruang sebelah kanan ruang recepcionist tersebut.
“Mbak-mbak, apa ada yang merokok ya?” tanya istriku kepada mereka berdua.
“Ada apa bu?” jawab mereka hampir bersamaan.
“Lho, apa nggak merasa mencium bau cerutu yang sedang dibakar dan melihat ada asap tipis di ruangan ini?” tanya istriku agak heran.
“Mana tho bu?” jawab Mbak Yuni sambil memperhatikan ruangan tersebut
Lalu Mbak Tuti pun mengendus-enduskan hidungnya untuk memastikan apakah ada bau cerutu yang sedang dihisap, seperti yang dimaksudkan istriku di ruang depan tersebut.
“Saya nggak mencium apa-apa tuh, Bu? Kalau memang ada yang merokok, dari tadi seharusnya kami berdua tahu . Tapi dari tadi kami tidak mencium dan melihat ada asap cerutu / rokok ” jawab Mbak Tuti.
Istriku pun tetap bersikeras, kalau dia saat ini mencium bau asap cerutu dan melihat ada asap tipis di ruangan tersebut. Tetapi baik Mbak Yuni dan Mbak Tuti tetap tidak melihat dan mencium bau asap cerutu/rokok di ruangan tersebut.
Dan akhirnya istriku pun mengalah dan tidak ingin memperpanjang urusan, lalu dia menuju ke ruang kerjanya yang tidak terlalu jauh dari ruang Recepcionist. Tetapi anehnya, saat sudah berada di ruang kerjanya, dia tidak mencium bau cerutu atau melihat ada asap cerutu. Seharusnya bau cerutu masih bisa dia cium atau asapnya masih ada, karena ruangan kantornya tertutup. Tetapi karena dia sudah kecapekan, haus dan lapar, akhirnya dia pun tidak memikirkan kejadian tadi, dan setelah makan siang dengan bekal yang telah disiapkan dari rumah, istirahat sebentar selanjutnya mengerjakan tugas-tugas yang lain, karena dia tidak mengajar lagi.
Sedikit gambaran tentang kantor istriku, bangunan kantornya adalah lebarnya sekitar 5 – 6 meter dan panjangnya sekitar 15 meter. Dalam bangunan tersebut ada dibuat jalan/lorong dibagian tengah yang kiri dan kanannya ada ruang untuk ruang kerja pengajar, ruang rapat, perpustakaan, dll yang sengaja disekat dan dibagi-bagi (bukan permanen), dan bagian atas dari setiap ruangan tidak ditutup/terbuka.
Dan sampai waktunya pulang sekitar jam 15.30 WIB, saat dia melewati ruang tersebut untuk keluar dari kantor, dia sudah tidak mencium bau cerutu yang terbakar dan melihat asap lagi seperti saat dia memasuki kantor tadi siang.
Demikianlah cerita yang kudengar dari istriku, semoga terhibur.