Penulis : Indra Damara
hay hay hay
asalamualaikum semuanya
salam sejhatra bagi kita semua
kali ini saya mau menceritakan pengalaman teman kakak saya, yang akan saya beri judul
SOSOK ITU SIAPA YA ?
untuk memudahkan pembaca, seperti biasa saya akan berperan sebgai tokoh utama
.
panggil saja saya irwan, saya berfropesi sebagai kernek truk pengangkut tanah, ya namanya juga penangkut tanah dan rata rata penggalian juga di lakukan di gunung, kadang merusak alam, membabat makam leluhur, DLL.
.
tapi mau bagaimana lagi demi sesuap nasi dan lauk pauk nya, kita harus bekerja ya walaupun resiko nya alam kita yang indah ini menjadi rusak dan tentunya akan ada gangguan dari “mereka” para penghuni alam lain yang mungkin terganggu dengan kegitan kami
.
oke balik ke cerita awal
waktu itu malam jumat, untuk tanggal dan bulannya saya lupa, seperti biasa saya menemani bapak saya untuk mengangkut tanah, dan karena ada order yang cukup banyak atau istilah nya lagi rame, para supir pun harus rela lembur, kadang jam 2 malam baru bisa tidur, kadang juga harus rela gak tidur
.
waktu itu sekitar jam 11 malam, saya sendiri pergi ke.lokasi pengisian tanag atau apalah istilah nya saya kurang tau, dan ketika sampai di tempat yang di tuju, ternyata OPERATOR (yang mengendari alat beratnya) masih ada di sana dan kebetulan menunggu kami yang baru kebagian ngisi tanah sekarang
.
pengisian tanah pun di mulai (lebay ya bahasanya) untuk mengurangi rasa bosan karena menunggu saya pun menyetel beberapa lagu dangdut di hape saya, dan tanpa terasa tanah nya sudah terisi penuh, saya pun langsung naik ke dalam mobil dan mengajak sang OPERATOR untuk numpang di mobil saya atau istilah nya bareng buat turun dari lokasi penggalian,
.
tapi di malah menjawab sebentar dan menunggu mobil sisa yang mau mengisi tanah, karena saya buru buru saya pun langsung ke dalam dan tancap gas, nah baru setengah perjalanan menuruni lokasi ada tikungan ke kiri yang memang agak terjal, tapi di sebelah kanan saya, saya menangkap sosok kakek kakek memakai baju serba hitam, saya sadar bahwa dia bukan manusia, dan untuk menghormati saya pun meklakson dan aneh nya sosok tersebut merespon dengan cara melambaikan tangan ke arah saya, saya pun mulai ketakuan dan nyaris tidak menguasai diri saya sendiri tapi untung lah tidak terjadi sesuatu yang lebih menakutkan di sisa perjalanan saya
.
sekian cerita yang penulis dengar
terimakasih