Narasumber : Wakhida Rakhmawati

 
Ini 2 pengalaman yang diceritakan narasumber kepada penulis, dan dengan seijinnya akan kusharekan di sini, dan kejadiannya terjadi di rumah yang dia tempati sekarang.
Pernah lihat 2 orang yang wujudnya sama dalam waktu yang bersamaan? Nah kejadian yang seperti itu pernah dialami oleh narasumber.
Wokey…
Yang pasti, bapakku sudah pensiun dari tugasnya sebagai pegawai kantor pos, kemudian kami sekeluarga pun akhirnya meninggalkan rumah dinas yang beberapa tahun sudah kami tempati ke rumah baru kami. Rumah tersebut adalah hasil dari kerja keras bapak selama bekerja hingga pensiun.
Walaupun lokasi rumah masih di kota, tetapi masih banyak lahan-lahan kosong di kampung yang kami tempati, apa lagi posisi rumahku yang agak “Strategis” tidak punya tetangga di belakang rumah karena di sana ada sungai, di samping kiri atau timur rumahku juga masih sungai yang sama, setelah sungai sawah-sawah, di depan ada kebun kosong dan 200 meter setelah kebun kosong itu ada rel kereta api. Di sebelah kanan rumah baru ada tetangga, jadi posisi rumahku paling pojok sendiri di kampung, jadi bayangkanlah keadaan rumahku saat malam tiba, ramenya cuma kalau ada kereta lewat he..he..he…
Kuberi sedikit gambaran mengenai rumahku, depan rumah induk, kamar mandi dan dapur, dan halaman belakang rumah yang biasa digunakan untuk menjemur pakaian. Kamar mandi dan dapur beratap dan cukup luas tapi bagian paling belakang ruangan itu tidak ditembok/berpintu jadi bisa lihat halaman belakang rumah (kayak teras tapi di belakang rumah).
Kejadiannya seingatku belum ada satu bulan setelah menempati rumah itu, waktu itu aku masih SMP, dan saat itu selepas tengah malam aku bangun karena mau pipis, tapi karena aku takut sendirian ke kamar mandi yang berada di belakang rumah, lalu aku pun membangunkan bapakku.
Kamipun lalu menuju ke pintu belakang menuju ke arah kamar mandi. Bapak lalu menunggu di pintu belakang (pintu penghubung rumah induk dengan ruangan dapur dan kamar mandi) sedangkan aku lalu masuk ke kamar mandi yang posisinya ada di sebelah kiri dari pintu belakang. Di depan kamar mandi ( agak menyamping posisinya) itu ada beberapa bangku yang biasa digunakan untuk duduk keluargaku, salah satu bangku ada yang agak panjang.
Saat aku sudah selesai buang air kecil, dan hendak keluar dari kamar mandi (dari posisi pintu kamar mandi yang terbuka) , kulihat bapakku kok mendadak jadi 2 orang, satu sedang duduk di bangku yang agak panjang, satunya lagi menunggu di pintu . Aku khan jadi bingung, mana yang bapakku asli? Aku cuma diam di tempat dan bengong.
Tahu-tahu bapakku yang menunggu di pintu memanggil” Ayo cepat masuk!”, dan aku tersadar dari kebingunanku, lalu tanpa mempedulikan dan melihat “bapakku” yang duduk dibangku, cepat-cepat aku masuk ke rumah menuju ke tempat tidur dan langsung menarik selimut, tidur lagi.
Besok paginya baru aku berani cerita ke bapak tentang kejadian semalam, bapakku yang mendengar ceritaku cuma ngomong begini,”Nggak pa pa kok” Mungkin jawaban beliau seperti itu supaya aku tidak terlalu memikirkan kejadian tersebut berlebihan.
Nah kejadian yang hampir sama terjadi pada hari Minggu, tgl 29 November 2015, yang lalu.Kali ini yang menjadi korban peniruan adalah aku sendiri, tapi menurutku ini sudah keterlaluan sekali, Masa “Dia”berani-beraninya muncul di depan suamiku dengan bentuk tubuh, rambut, dan pakaian yang persis kupakai saat itu.
Ceritanya begini, suamiku sekitar jam 11 malam bantuin menjemurkan pakaian kami di halaman belakang, kurang kerjaan bener suamiku malam-malam jemurin pakaian he..he..he.. , tapi dia bermaksud baik sih, supaya besok paginya tidak merepotkan aku. Posisi aku saat itu ada di kamar tidur, sedang ngeloni anak perempuanku yang masih kecil.
Pada saat sedang menjemur, katanya sih dia melihat aku sedang duduk di bangku panjang seperti cerita di atas (di mana aku melihat “Bapak”), tapi posisi “aku”saat itu membelakanginya. Suamiku ya agak heran juga, sejak kapan aku duduk di situ?, apakah anak kami sudah tidur?
Suamiku waktu itu juga nggak ada keinginan untuk bertanya kepada sosok yang mirip aku, dia tetap melanjutkan aktivitasnya untuk menjemur pakaian.
Eh..tahu-tahu kata suamiku, sosok “aku”itu berdiri lalu berjalan menuju ke kamar mandi, dan setelah itu menghilang. Kaget juga sih suamiku melihat hal tersebut, tapi tidak sampai ketakutan, dia pun tetap melanjutkan tugasnya sampai semua pakaian terjemur. Suami memang sudah biasa ditampakin yang kayak gitu, contohnya dia pernah melihat mulai dari sosok hitam besar bermata merah sampai sosok anak kecil.
Setelah itu dia masuk ke rumah, dan menuju ke kamar tidur kami, dan aku masih sedang ngeloni anakku. Dan dia cerita soal kejadian itu kepadaku.
Begitulah ceritanya, sebenarnya masih banyak pengalaman yang diceritakan narasumber soal rumahnya, tapi lain kali saja ya, terima kasih
Tukang bantu menulis cerita orang : Kapten Lazaro