Penulis : Andri Agusta

Nih cerita terbaru lagi tentang Titin…. Gangguan dari Titin semakin kuat, dulu Ti senang2 aj dengan kehadiran Titin, tapi semenjak saya beritahu tau yang datang itu sebenarnya adalah bukan Titin melainkan Jin yang menyerupai Titin, Ti mulai menolak kehadiran Titin dan merasa terganggu dan takut. Hal ini membuat Titin menjadi semakin marah, dia menganggap istri saya sebagai pengganggu hubungan mereka selama ini karena Ti sekarang selalu curhat kepada istri saya. Setiap hari sekarang Ti selalu diganggu oleh kehadiran Titin dan tubuhnya sering kemasukan Titin.

Kami menyarankan Ti dan Am untuk pindah, mengingat lingkungan tempat mereka mengontrak sekarang juga tidak sehat. Ti dan Am menyetujui usul kami, akan tetapi tidak dengan Titin. Dia mengancam Ti kalau mereka pindah dia akan mencelakakan Am, ini membuat Ti takut. Karena Ti pernah melihat Titin menjegal motor temannya Ti, pada saat itu Ti dan temannya itu sedang bertengkar. Ini membuat temannya Ti terluka parah. Sekarang Titin mengancam akan melakukan hal yang sama terhadap Am apabila mereka pindah, dan hal ini yang membuat Ti ragu untuk pindah. Titin juga mengirim BBM mencaci maki istri saya karena mengajak Ti pindah, BBMnya sudah saya screenshoot dan sobat reunion bisa melihat caci maki Titin tersebut.

Sobat reunion bisa membedakan, setelah kalimat caci maki, ada kalimat normal yang berasal dari Ti yang meminta maaf kepada istri saya karena selama ini dia sering ngeyel kalau dinasehati oleh istri saya. Ti sebenarnya tidak mengetahui kiriman dari Titin di atasnya karena Titin langsung menghapusnya, dan disamping itu ada banyak juga BBM dari istri saya yang tidak sempat dibaca oleh Ti karena langsung dihapus oleh Titin.

Saya menasehati Ti untuk tidak takut terhadap ancaman Titin, minta perlindungan kepada Allah, maka kemudian biarkan perlindungan dari Allah itu yang bekerja. Ini menguatkan hati Ti untuk segera pindah. Kemudian Istri saya segera menghubungi temannya yaitu An untuk mencarikan tempat kontrakan baru bagi Ti dan Am dengan lingkungan yang lebih baik.

Kemarin An mengabarkan kalau dia sudah dapat lokasinya, dia mengajak untuk melihat lokasi itu dan disepakati malam selepas Isya kami akan melihat lokasinya. Lepas maghrib saya dan istri pergi ke rumah Ti. kondisinya baik dan sepertinya tidak ada gangguan dari Titin. Lepas Isya An tidak datang juga, ternyata dia tertahan oleh hujan lebat, saya mengetahui kalau hujan turun segera pulang untuk memasang baskom di beberapa bagian rumah saya yang bocor, tapi sepertinya hujan tidak mampir ke rumah saya.

Baru sampai di rumah tiba2 istri saya menelpon saya, dia meminta saya untuk segera kembali ke rumah Ti, dia tidak memberitahukan alasannya kenapa tapi saya sudah menebak kalau Ti sudah kemasukan Titin lagi. Segera saya kembali ke rumah Ti. Di tengah jalan saya berpapasan dengan istri saya, dia hendak menjemput An karena An lupa jalan menuju rumah Ti. Dia hanya mengatakan kalau Ti tadi kemasukan Titin, menyuruh Am untuk mengusir istri saya dan melemparkan boneka ke arah istri saya dan Am.

Saya segera ke rumah Ti, disana tampak Ti dan Am sedang duduk di teras, kondisinya sudah normal. Saya bertanya ada apa, dan Am bercerita kalau setelah saya pergi, Ti pergi kebelakang untuk buang air kecil. Kemudian tiba2 Am melihat Ti keluar dari kamar kecil, berdiri di dekat pintu dapur kemudian tersenyum sambil melirik nakal dan kemudian menari seperti tarian erotis para biduan dangdut organ tunggal. Am segera mengkode istri saya “Teh, tu liat Ti udah kemasukan si Titin lagi”. Istri saya segera melihatnya, dan rencananya dia mau merekamnya untuk diperlihatkan kepada Ti kalau dia sudah sadar, sayangnya Titin segera berhenti menari, berkata dengan halus tapi tajam kepada Am untuk mengusir istri saya dan melemparkan boneka ke arah Am. Sampai disitu Ti kembali sadar dan kemudian istri saya segera berangkat menjemput An.

Mendengar cerita tersebut saya segera ke dapur dan kamar mandi, saya ajak Ti kesana untuk melihat apakah masih ada Titin disitu, Ti mengatakan dia tidak melihat Titin. Saya mencoba untuk meruqyah di daerah tersebut. saya duduk dan membaca al qur’an di dekat pintu dapur dimana Ti tadi menari. Selagi saya membaca, Titin tiba2 menunjuk ke arah samping kiri saya, ada Titin disitu. saya teruskan membaca, Titin berpindah ke belakang Ti, ini membuat Ti semakin ketakutan, hawanya ud beda katanya. saya sendiri tidak merasakan, jangankan hawa yang berbeda, merinding aj nggak…. Anak2 Ti yaitu Su dan Fa kemudian masuk dan menghidupkan TV yang ada disamping saya duduk. Kata Ti, Titin menyuruh Fa untuk menghidupkan TV, bagi sobat reunion yang membaca cerita sebelumnya tentang Fa pastinya sudah tau kalau Fa juga bisa berinteraksi dengan MG. Ini dilakukan Titin untuk mengganggu saya yang sedang membaca Al Qur’an. Saya minta Am untuk mematikan TV, tapi Fa berontak dan mengatakan kalau ingin menonton TV, dia duduk di pangkuan Ti, spontan saya melihat ke arah Ti dan ternyata yang disitu bukan Ti lagi melainkan Titin, dia tersenyum sambil mengangguk angguk dan mengusap usap kepala Fa. Melihat itu segera saya lanjutkan lagi membaca Al Qur’an, berbeda dengan Nyai, Titin lebih kuat. dia melawan bacaan Al Qur’an saya dengan bernyanyi, dia membawakan lagunya ronan keating “when you say nothing at all” dan kemudian dilanjut dengan menyanyikan “someone like you” nya Adele. Cukup fasih dia menyanyikannya, berbeda dengan Ti yang sama sekali tidak bisa berbahasa inggris. Saya sendiri gak heran karena teman saya dulu juga pernah meruqyah seseorang yang kemasukan jin dan jin tersebut ketika diruqyah malah nyanyi oops i did it againnya britney spears :v

Hanya saja, ketika itu jinnya tidak mau keluar dan akhirnya bisa dibunuh oleh teman saya, sedangkan Titin hanya sebentar2 di tubuh Ti, setelah dia bernyanyi Titin mengambil pembalut di lemari dan melemparkannya ke saya. Saya berhenti mengaji dan menunjuk Titin “lu nantangin gw !! ok gw ladenin !!” ketika saya hendak melanjutkan proses ruqyah tiba2 Ti sudah kembali normal, dia menangis dan berlari ke arah Am yang sedang sibuk menenangkan anak2nya. Saya minta dia untuk duduk untuk menenangkan diri, saya minta ambilkan air minum segelas dan setelah saya bacakan beberapa ayat pendek saya minta Ti untuk meminumnya. Setelah minum tiba2 Ti muntah darah, saya minta Ti untuk menghabiskan minumnya. belum sempat habis, tiba2 Ti muntah lagi, kali ini bukan darah yang keluar melainkan paku dan baut (saya sudah foto paku dan bautnya, sobat reunion bisa melihat sendiri paku dan baut tersebut di foto yang saya lampirkan). Ini membuat Ti sangat kesakitan dan akhirnya pingsan. Bangun dari pingsannya, saya minta Ti untuk minum menghabiskan air ruqyah tadi. Kondisinya perlahan mulai stabil dan bersamaan dengan itu istri saya datang bersama An dan seorang temannya.

Segera kami jalan untuk melihat rumah, Saya berboncengan bersama istri, Ti dengan Am, dan An dengan temannya. Di tengah perjalanan Ti kembali kemasukan Titin, dia tertawa-tawa seperti tertawanya kunti sambil menoleh ke arah saya di belakangnya. kemudian dia bersuit-suit dengan keras, sesekali dia melambai-lambaikan tangannya seolah-olah memanggil teman2nya sesama MG. Tak lama Ti kembali sadar, dia berteriak kepada istri saya untuk berhati-hati karena Titin sekarang ada di belakang motor saya. Tidak lama dia kembali kemasukan Titin, kembali tertawa tawa dan bersuit suit. Perjalanannya tidak terlalu jauh tapi karena adanya gangguan dari Titin membuat perjalanan sedikit terganggu karena dia juga sempat beberapa kali mematikan motornya Am.

Sampai di lokasi, kami segera menemui orang di kontrakan tersebut, dia menunjukkan kontrakan yang kosong, saya menyarankan kepada Am untuk mau mengambil kontrakan tersebut dan segera pindah. Disitu katanya juga ada tinggal anggota tim ruqyah ustadz Adam yang punya acara ruqyah di trans 7 jadi bisa membantu Ti untuk mendapatkan pengobatan secara rutin sampai benar2 sembuh dari gangguan Titin dkk. Lagi asyik2 ngobrol tiba2 Ti menempeleng kepala orang di kontrakan itu… segera istri saya memeganginya dan menariknya menjauh, istri saya sempat mengaduh karena tangannya dicengkram dengan kuat oleh Ti. hanya sebentar saja karena Titin sudah langsung keluar lagi dari tubuh Ti, Ti melihat Titin pergi menjauh. Kami meminta maaf dan menjelaskan keadaan Ti sebenarnya, dan mereka sangat mendukung kalau Ti dan Am segera pindah kesitu karena ada peruqyah disitu yang bisa membantu untuk menyembuhkan Ti.

Kami mengobrol sampai pukul 10 malam kemudian pamit pulang, di jalan saya kembali melihat Ti melambai-lambaikan tangannya, hanya saja kali ini tidak tertawa-tawa dan bersuit-suit. Kemudian kami berpisah jalan menuju rumah masing2… barusan ketika saya sedang mengetik cerita ini istri saya mengabarkan kalau Am tidak mau pindah, alasannya karena tempatnya kecil dan dia tidak mau meninggalkan ayahnya disitu (rumah kontrakan Am sekarang dekat dengan rumah ayahnya). Entah apakah itu benar alasannya atau tidak yang jelas penolakan Am ini sangat disayangkan mengingat kondisi Ti sekarang yang semakin tidak sehat…. tapi buat sobat2 reunion, hal ini sangat membuka lebar akan adanya kelanjutan cerita dari Ti dan Titin. Nantilah kalau saya ketemu dengan Am lagi mungkin saya akan berusaha membujuk Am untuk mau pindah… sampai disini dulu ceritanya sobat2 reunion semua

 

Titin the series