Penulis : Andri Agusta

Mumpung lagi bengong saya ceritakan saja sedikit tentang Ti dan anak bungsunya Fa. Jangan marah ya kalau gak seram, anggap aj selingan 😀

Perkenalan saya dan istri dengan Am dan Ti sekeluarga belum lama, waktu itu istri saya yang lagi nganggur berinisiatif untuk mencoba usaha kuliner dengan menyewa sepetak kios tidak jauh dari rumah kami. Dan Ti merupakan salah satu pelanggan tetap istri saya yang tiap hari datang ke kios membawa serta dua anaknya Su si sulung usia 3 tahun dan Fa adiknya usia 2 tahun. Biasanya dia datang selepas maghrib sambil menunggu Am pulang kerja. Dia menemukan istri saya sebagai teman ngobrol dan teman curhat yang asyik jadinya dia betah di kios lama2. Selain curhat masalah rumah tangga dan sebagainya, Ti juga bercerita kalau anaknya Fa bisa melihat hal2 yang ghaib. Di rumah dia suka bicara sendiri seperti ada teman ngobrol atau kadang bermain sendiri seolah-olah dia punya teman main. Ti sendiri yang juga punya kemampuan yang sama dengan anaknya terkadang tidak bisa melihat apa yang dilihat Fa, tapi kadang dia juga bisa melihat. Suatu hari pernah Fa ngomel-ngomel di depan pintu. “gak boleh !! awas lu ntar gua bilangin ayah gua lu !! orangnya gede pasti lu takut !! udah pergi sana !!” demikian teriakan Fa yang didengar oleh Ti, segera Ti menghampiri Fa dan bertanya, “Ada apa Fa ?” Fa menjawab “itu di depan pintu ada tante2 pake baju putih rambutnya panjang matanya merah mau masuk rumah, aku usir aja” kata Fa polos 😀 Mendengar itu Ti langsung menggendong Fa masuk dan menutup pintu rumah. Demikian juga kalau mereka sekeluarga sedang keluar rumah, kadang Fa menangis ketakutan karena dia melihat penampakan2 yang menyeramkan dan tidak bersahabat.

Karena mengetahui Fa bisa melihat hal seperti itu, istri saya meminta dia melihat apakah ada yang “menunggu” kios kepada Fa, Fa tidak mau langsung mengatakan, kata Ti biasanya nanti di rumah dia baru mau cerita. Dan benar, setelah mereka pulang Fa baru mau cerita ke Ti. Menurut Ti, di kios ada ngkong (kakek) dipojok kios dekat toilet, si ngkong suka duduk disitu sambil ngopi dan ngerokok. Pernah suatu hari Fa berontak tidak mau main ke kios dan selalu meminta pulang, ternyata setelah sampai di rumah dia cerita kalau si ngkongnya lagi galak, Fa “dislepetin” sama si ngkong pake sarungnya yang kata Fa diujungnya ada apinya, itu yang membuat Fa ketakutan. Tapi kadang si ngkong diam aja sambil ngopi dan ngerokok tanpa mengganggu Fa.

Di sebelah kios kami ada kuburan cina keluarga dari pemilik kios yang kami sewa, ada 2 kuburan disitu dan satu rumah kosong, kata Fa kalau malam hari dari rumah kosong itu ada yang suka ngintip, sedangkan di kuburan ada nenek2 yang suka tertawa atau mungkin menyeringai, yang ngintip gak ganggu, tapi yang nenek2 jahat kata Fa. Di rumah saya sendiri sudah saya ceritakan sebelumnya kalau Fa melihat Mr. Poci di gudang di lantai 2 dan anak kecil yang membawa bunga. Mereka tidak mengganggu, kata Fa mereka hanya berdiri saja waktu Fa melihat mereka.

Itu cerita tentang Fa, sedangkan Ti bisa dibilang lebih parah dibandingkan anaknya, disamping dia bisa melihat hal ghaib dan berinteraksi dengan mereka, Ti seperti cerita saya sebelumnya juga sering kesurupan, Am bercerita dari semenjak mereka menikah Ti sudah sering kesurupan. Sekarang setelah mereka kenal dengan saya, Am dan Ti sudah bisa berusaha sendiri untuk mengusir gangguan dari makhluk2 ghaib tersebut, beda dengan sebelumnya, biasanya kalau Ti kesurupan Am langsung pergi minta bantuan ke dukun, atau bahkan menuruti maunya si setan. Pernah kata Am ketika Ti sedang hamil Su anak pertama mereka, Ti kemasukan jin yang memintanya untuk diantar pulang ke pantai parang tritis di Jogja. Am yang waktu itu gak ada uang dan kebingungan serta takut terjadi apa2 dengan Ti dan janinnya akhirnya menuruti kemauan si jin, karena gak punya uang Am terpaksa menjual motornya supaya bisa pergi ke Jogja. Sampai di Parang Tritis Ti langsung duduk bersila, memberi wejangan sedikit kepada Am untuk menjaga Ti dan anaknya baik2, terus Ti langsung lemas tanda jinnya sudah pergi, “udah dianter jauh2 sampe ngabisin duit eh perginya begitu doang” kata Am ngedumel 😀

Pernah juga Ti kemasukan Jin penunggu ruko yang ngikutin Am waktu dia nganter barang ke salah satu ruko di daerah Jayakarta, Jakarta. Malam harinya Am terbangung dari tidurnya, tidak seperti biasanya lampu kamar menyala, dan Ti disebelahnya sedang duduk sambil menyisir rambutnya yang panjang. Ketika melihat Am bangun, Ti langsung tersenyum, senyum yang aneh. Am langsung mengerti kalau Ti kemasukan lagi. Am menanyakan dia dari mana dan memintanya untuk pulang, Jin tersebut menolaknya karena katanya dia suka sama Am, makanya dia mengikuti Am pulang. Setelah dibujuk terus akhirnya dia mau pulang dengan syarat yang harus dipenuhi Am (saya lupa syaratnya), setelah Am penuhi syarat tersebut baru dia mau keluar dari badan Ti.

Ti dulu di kios juga pernah menyinggung tentang Nyai, tapi waktu itu tidak terlalu kami pendulikan. waktu itu Ti sedang makan di kios kami, tiba2 dia pamit sebentar mau pulang, setelah dia kembali dia cerita katanya Nyai bisikin dia ada anak kecil teman anaknya sedang membongkar lemari dia mau mencuri uangnya di dalam lemari, makanya dia segera pulang dan memang benar ada anak kecil yang sedang membongkar pintu lemarinya, tapi alasan anak itu bukan untuk mencuri, hanya sekedar ingin tahu isi lemari kata anak tersebut.

Itulah penggalan2 cerita yang saya dengar langsung dari Ti dan Am