Story: Wisnu hari

Cerita ini saya dapat dari teman-teman yang mengalami. Untuk melindungi privasi maka nama ketiga lakon disamarkan. Fika, Meimei dan Siti pulang kemalaman dari rapat himpunan mahasiswa. Jam sudah
menunjukkan pukul 11 lebih. Karena hanya kos Memei saja yang bebas jam malam, akhirnya mereka memutuskan untuk menginap disana.

Kamar kos Memei yang berukuran 3×3 meter dengan satu buah kasur tanpa ranjang menjadikan mereka bertiga tidur ‘uyel-uyelan’. Fika dipinggir kiri, Memei tengah dan Siti dipinggir kanan dekat pintu.

Beberapa jam setelah tertidur, Siti terbangun karena dilangkahi Memei yang pamit ke kamar mandi. Tidak lama kemudian Siti melihat sekilas
Memei sudah kembali dan rebahan di tempat semula.

Dengan mata setengah ‘melek’, Siti berbalik arah tidur menghadap Memei. Aneh pikir Siti, karena dia tiba tiba merasa merinding. Samar-samar ia
membuka mata dan memandangi Memei. Memei juga memandanginya.

Tidak! Memei tidak memandanginya tetapi melotot dengan tatapan kosong sambil tersenyum dingin yang seram,
pucat….. kearah Siti. Jarak wajah Memei dan Siti yang tidak sampai 3 kali telapak tangan membuat Siti memundurkan kepala dan sambil
bilang
“jangan bercanda, gak lucu Mei”
“saya bukan temanmu” jawab Memei atau lebih tepatnya sosok seperti Memei sambil masih melotot kearah Siti

Setelah itu sosok seperti Memei itu tertawa cekikikan perlahan. Siti pun tercekat tidak bisa apa-apa, dan tidak sadarkan diri. Keesokan harinya Siti dibangunkan Fika dan Memei. Memei
sudah terlihat Memei yang biasanya.

Siti pun menceritakan kejadian tadi malam ke teman-temannya. Dan fakta mengejutkan adalah Memei di kamar mandi barengang dengan teman kos. Supaya tidak tidur ‘uyel- uyelan’, Memei setelah ke kamar mandi langsung numpang tidur di kamar temannya tadi tanpa kembali ke kamar yang ditempati Fika dan Siti. Memei baru kembali ke kamar pagi ini dan
membangunkan Fika karena melihat Siti tidur sambil menggigil.