Story; Ismiati Dewi

Okeh kita lanjut cerita kita yang tertunda kemarin, dan tanpa mengulur ulur waktu cekidot.

Setelah selesai aku memuntahkan isi perutku semuanya, dan perut ku terasa kosong, aku merasa lelah yang teramat sangat, tapi aku tak
bisa tidur dengan kondisi jalan yang ikut serta mengaduk ngaduk perutku, hingga akhirnya tibalah Aku dirumah ku setelah aku meminta maaf kepada yang punya mobil karena mobil
tersebut terkena muntahku, lalu aku masuk kedalam rumah, dan suami ku membayar biaya rental mobil tersebut.

Setelah aku masuk rumah sambil mengucapkan salam disambut oleh anak anak ku aku langsung pergi kekamarku, untuk merebahkan
diri. Diiringi oleh anak anak Gadis ku yang sewaktu itu sudah kelas 3 SMP dan kelas 5 SD, dan dengan keingin tahuan anak remajanya mereka bertanya “ gimana mah?? Baikan gak ??

Lalu dengan sedikit mengangguk aku
mengiyakan, lalu aku berucap “ nak mamah letih mau tidur bisa kalian keluar dulu nanti malam mamah ceritakan ya ??? Dengan sangat
mengerti anak anakku keluar dari Kamarku dan sambil menutup pintu kamarku.

Tak terasa hari pun sudah sore dan anak anakku membangunkan ku, aku pun terbangun dan segera pergi kekamar mandi yang memang kamar mandi berada tepat disebelah kamarku.

Malam itu ada kawan suami ku 2 orang yang menjenguk ku dan bertanya keadaan ku aku pun
menjawab “Alhamdulillah aku bilang dah agak mendingan”.

Ada yang aneh petang itu hari yang tadinya cerah menjadi sangat gelap gulita, seperti akan hujan lebat akhirnya betul hujan yang sangat
lebat disertai kilat dan guruhnya sangat menggelegar memekakan telinga, dan aku pun memohon ijin untuk pergi kekamarku kembali
karena aku merasa letih dan ingin rebahan.

Ada perasaan dalam hatiku untuk berdzikir dan tak tanggung tanggung Ayat Kursi aku dzikirkan malam itu dengan tasbih yang biasa ku gunakan
entah sudah berapa kali putaran aku berdzikir karena sekitar jam 8.30 malam ketika aku sedang berdzikir aku memanggil anak anakku dan kusuruh mereka duduk disamping ku.sambil kugenggam tangan mereka dengan tangan kanan ku dan tangan kiriku tak berhenti memegang tasbihku, aku mendengar ada suara
seorang perempuan berucap salam ditelinga ku “Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh, dan dia berkata bantu aku dengan dzikirmu untuk melawan mereka, lalu aku
mendengar Suara seorang Perempuan mengaji berputar putar dalam kamarku, dan ku mengerti bahwa perempuan tanpa ujud dan hanya
suaranya saja yang terdengar olehku, lalu aku meminta tolong kepada anak anakku untuk ikut berdo’a meminta pertolongan kepada Allah SWT,
dengan membaca Ayat Kursi.

Entah berapa lama aku berdzikir dan anehnya aku seperti melihat lorong yang berputar putar aku melihat jalan yang menghubungkan desaku hingga di sebuah jembatan kecil yang di aliri
sungai kecil, yang di peruntukan untuk
perkebunan kelapa sawit aku melihat didalam sungai tersebut makhluk tinggi hitam berbulu entah apa aku tak merasa takut aku terus berdzikir dan suara perempuan mengaji masih terdengar entah dimana datangnya keberanian ku dan aku mengejar makhluk tersebut dengan pedang yang tiba tiba ada digenggamanku, aku kejar dan aku ayunkan pedang tersebut dengan sangat kuatnya namun anehnya makhluk tersebut bukan berteriak kesakitan malah
berteriak kepanasan yang teramat sangat, melihat makhluk tersebut kepanasan aku semakin berani untuk mengayunkan pedang ditangan ku sambil tak lupa dengan dzikirku.

Setelah dia hancur dan anehnya tubuhnya terbakar. Aku pun berteriak Allahu Akbar sebanyak banyaknya.
Dan aku merasa seperti tadi melihat lorong yang berputar putar dan seperti kembali ke kamarku lalu aku mendengar, suara perempuan tersebut
berucap Alhamdulillah kemenangan berada dipihak kita, aku pamit dahulu, Assalamu’alaiku m warohmatullahi wabarakatuh. Tanpa aku
melihat wujud perempuan itu aku menjawab salam. Tanpa ada wejangan atau memperkenalkan dirinya siapa. Hujan tinggal
rintik rintik dan anehnya bintang bintang memancarkan sinarnya yang membuat kami sangat takjub adalah mana mungkin hari yang.masih dalam keadaan hujan langit bersinar cerah disertai bintang yang bersinar terang.

Kami mengucap syukur dengan kejadian itu dan kejadian tersebut hanya diketahui oleh Aku dan anak anakku, karena suamiku masih ngobrol dengan teman temannya.

Demikianlah Cerita ku ini semoga menghibur.
Tunggu kisah kisah ku selanjutnya.
Wassalam.