story; Ismiati Dewi

Hay,,hay,, jumpa lagi dengan saya penulis kisah Akibat santet (kah)??? Oke merujuk dari keinginan penggemar untuk melanjutkan kisah ini ( huuu… GR) maka tanpa banyak kata kita lanjutkan kembali,,,.. Ok’ cekidot.

Satelah aku makan sop ayam tersebut sambil mengucapkan sholawat dalam hati dan aku pun minta bantuan anak anak ku untuk makan (dirasa gak mungkin aku menghabiskannya sendiri) lalu aku merasa kantuk yang teramat sangat, tanpa dapat tertahankan aku pun pergi kekamar dan tertidur,, ada rasa berkurang sakit dalam perutku, sehingga aku dapat tertidur nyenyak malam itu, tanpa ada gangguan yang berarti.

Besoknya aku merasa sedikit segar bangun pagi dan berniat untuk melakukan aktifitas ku sehari hari, tanpa diduga waktu berjalan hampir 2 minggu, dan hari pun sudah memasuki bulan ramadhan bulan yang disucikan umat islam.

Pada malam menjelang sahur, aku merasakan kembali sakit yang teramat sangat dalam perutku serasa diputar putar dan dipilin, karena tak tertahankan sakitnya aku hampir memukul perutku dengan kayu untungnya suamiku terjaga dan melihat aku akan memukul perut ku sendiri dia langsung mengambil kayu tersebut dari tangan ku sambil berujar”” istigfar dek, jangan kau lakukan ingat dengan janin yang ada
dalamperut mu”” aku tersentak dan beristighfar sebanyak banyaknya.

Hingga menjelang sahur kegiatan memasak aku serahkan kepada anak ku yang SMP, dari malam hari sampai bertemu malam aku terus²an mengerang menahan sakit yang teramat sangat disertai muntah muntah berwarna kuning dan berbusa.

Melihat aku kesakitan seperti itu suamiku menelepon Soleh temannya..
Sw: hallo asalamualaikum..
S: waalaikum salam ya Sw tengah malam menelpon ada apa??
Sw: ini istriku sakit kembali perutnya malah lebih parah sampai muntah muntah segala..
S: Sw aku minta maaf aku menyerah untuk menolong istrimu, karena orang yang mengirin santet tersebut dia datangi aku melalui batin dan berkata” kenapa kamu tolong anak itu haah,,??
Kalau bukan urusan mu jangan kamu berani menolongnya awas kalau kamu brani menolongnya sekali lagi aku tak segan segan membunuhmu” sambil pergi dia remas jantungku sampai sampai aku kehabisan nafas.

Jadi Sw kalau kamu berniat untuk mengobati isterimu, bawa lah kerumah guruku aku antarkan kamu sekalian bawa istrimu.

Menjelang pagi suamiku pergi mencari orang yang punya mobil untuk direntalnya, sambil menahan sakit yang tak terhingga aku dibawa kedalam mobil melalui jalan yang terjal da berbatu batu disertai jalan yang naik turunan tajam dan menukik disisi kiri kanan jurang menganga.

Sekitar 4 jam perjalanan tibalah kami dirumah yang terbuat dari kayu berlantaikan papan beratapkan rumbia,.

Setelah mengucapkan salam keluarlah seorang tua berumur 60 tahunan, mempersilahkan kami masuk melihat pancaran orangtua tersebut aku langsung bersimpuh memohon untuk disembuhkan sambil bercucuran air mata:
A: aku
OT: Orangtua
A: pak tolong saya pak,, kasihanilah saya sembuhkan saya dari kiriman jahat orang yang dengki terhadap saya, kalau pun seandainya saya berdosa tolonglah jabang bayi yang ada dalam kandungan saya karena dia masih suci, pak tolong lah saya,,hik hik
OT: bangun lah nak semua sudah diatur yang maha kuasa, Insya Allah atas izin Allah bapak tolong anak .

Lalu dia berkata kepada suamiku untuk membeli air mineral 2 botol. Setelah air mineral tu dibeli, lalu diserahkan kepada Orangtua tersebut, entah apa yang beliau alirkan melalui tangannya yang jelas aku beliau suruh minum air mineral tersebut sampai habis dan satu lagi untuk di perciki disekeliling rumah, lalu kami pun pulang melihat air mineral tersebut aku merasa haus yang teramat sangat tanpa terasa aku dapat menghabiskan 1 btol air mineral tersebut padahal belum ½ dari perjalanan ada rasa aneh menjalar dalam perutku untuk keluar, hingga aku ingin memuntahkan isi perutku. Tanpa diduga muntahanku berbau anyik dan busuk air pelimbahan dan berwarna hijau pekat aku muntah kan sejadi jadinya tanpa ada yang tersisa.

Hupz capek nulisnya tunggu kisah selanjutnya yaa….!!!