story; Ismiati Dewi

Ni crta dh lmaaaaa,, bingit yg nglamin suamiku wktu tu dia msih rmaja umur skitar 14 thnan, untuk lbih mudahnya dalam cerita ini aku sbgai suamiku.
Lets go cekidot

Senangnya hatiku mendapat hadiah dari sepeda dari abak(ayah) walaupun bukan sepeda baru.tapi pada jaman ku didesa terpencil ini mendapat hadiah sepeda sudah merupakan
hadiah yang sangat mewah, sepulang sekolah aku mengendarai sepedaku keliling kampung sambil pamer sama teman teman, hingga.akhirnya sampailah aku di ujung kampung yang
merupakan muara kampung.

sampai disana aku berpaspasan dengan orangtua tapi berpakaian
hitam hitam sambil bertanya;
OT: orang tua
A: Aku

OT: hey yuang itu kareta nan abak ang balian untuak ang?? ( hey nak itu sepeda yang ayahmu belikan untuk mu?)
A: iyo ba’a ? ( iya kenapa? )
OT : ndak ba’a!! Batanyo jo mang ndak buliah?? ( gk knpa knpa,, bertanya aja mang gak boleh?? )

Tpi ada yang aneh ktika aku melihat matanya yang bukan mata manusia pada umumnya, matanya seperti mata burung hantu, dengan alis mata yang menyatu dan lebat.

Dengan rasa penasaranku, aku berpikir cepat untuk membelakanginya sambil mrunduk seperti orang yang sedang ruku dalam sholat, untuk melihat kakinya menjejak tanah atau tidak.
Dengan sangat terkejut aku ketika tahu kaki yang melayang tanpa menjejak tanah. Dan orang tua itu pun berkata ;

OT; Ba’a ?? Apo nan ang caliak?? Indak sopan ang aden lo ang songgeangan mujua wa’ang anak Tan Kelah koq indak antah lah ang pulang
ang lai, tangah hari tagak ang kamai,, pulang ndak ang??( kenapa?? Apa yang kamu lihat?? Tidak sopan, untung mujur kamu anak Tan Kelah, klo bukan gak tau kamu akan jadi apa,,
sudah pulang sana?? Siang siang bolong kesini pulang gak kamu?? )
A: iyo,, iyo ( iya iya)
sambil menggigil hebat aku kayuh sepeda ku kencang kencang..
Ok hingga detik ini kenapa jin atau setan tersebut ada rasa enggan dengan abak/ayahku.. SEKIAN.
Mohon komentar yang membangun ya??