Masih seputar ilmu kadikjayaan, dan narasumber yang sama.
Semua wanita pasti ingin tampil cantik dan awet muda, berbagai cara pasti akan di lakukan demi tampil menarik di mata setiap orang, lebih-lebih di mata lawan jenisnya, entah itu melakukan
perawatan di salon, belanja baju, sepatu dan juga lainnya.
Tapi bagaimana jadinya kalau
seseorang mempertahankan kecantikannya dengan cara menumbalkan nyawa orang lain….hiiiiiiiii tentunya ngeri sekali…!!!

Ada yang menyebutkan beliau ini adalah dukun santet, dukun pelet dan juga dukun bayi karena memang salah satu kerjanya, selain praktek perdukunan juga menolong ibu-ibu yang mau melahirkan.

Adalah mbok darmi (di samarkan)
seorang janda beranak satu, walau usianya sudah tak muda lagi tapi pesona dan kecantikannya tak dapat di ragukan lagi, apa lagi senyum manis selalu menghiasi bibirnya yang mungil.
Tapi di balik semua itu ternyata tersimpan kekejaman dan kebiadapan dalam dirinya. Sudah menjadi rahasia di jamannya kalau beliau ini orang yang mumpini, hilir mudik banyak orang-orang yang datang ke rumahnya entah berguru ataupun meminta pertolongannya, banyak yang tidak menyukai beliau baik dari
warga ataupun anggota keluarganya, namun semua memilih diam, jika berani melawan pasti tak lama hanya tinggal sebuah nama karena di
jadikan tumbalnya, entah ilmu apa saja yang di miliki mbok darmi ini, menurut kakek jika dalam satu purnama ia bisa membunuh dengan cara menyantet maka dapat di pastikan paginya mbok darmi ini akan keliatan semakin segar dan menawan.

Sehebat-hebatnya manusia jika caranya adalah sebuah kekeliruan, pasti hujungnya akan menimbulkan becana bagi dirinya, begitu juga nasib yang harus di alami mbok darmi, bermula dengan rasa cemburu pada putrinya sendiri, menurut padangan mata mbok darmi putrinya itu merupakan saingan, mbok darmi merasa iri karena kecantikan putrinya makin hari semakin bersinar, lebih-lebih pemuda yang ia incar selama ini justru menikahi putrinya.

Kesal, iri, dengki dan sakit hati karena kalah bersaing dengan putrinya membuat mbok darmi gelap mata dan menyantet sekaligus menumbalkan putrinya sendiri. tanpa tedang aling-aling setelah 40 hari meninggalnya sang buah hati secara terang-terangan mbok darmi meminta menantunya agar sudi di jadikan suaminya, tentu saja keinginan gila mertuanya itu di tolaknya mentah-mentah. laksana banteng kesurupan
mendengar penolakan menantunya mbok darmi naik pitam dan mengancam menantunya itu.

Rupa-rupanya aksi gila mbo darmi ini sangat membuat marah adik laki-lakinya, kemarahan dan rasa malu yang selama ini adiknya pendam, terlebih kematian keponakan kinasihnya yang secara mendadak membuat beliau ini murka dan
secara diam-diam adiknya mbok darmi ini menyusun sebuah recana, ingin mengakhiri perbuatan gila mbakyunya itu. maka tersusunlah
suatu rencana di malam yang telah ia tentukan secara diam -diam beliau menyelinap masuk ke rumah mbakyunya dan mengakhiri nyawa mbok darmi.

Setelah melakukan perbuatan itu adiknya secara jantan langsung pergi kepamong desa mengakuai segala perbuatanya. ketika saya bertanya pada kakek, mengapa adiknya itu dengan mudah dapat membunuh mbakyu, dan menurut kakek saya adiknya itu sudah mengetahui kelemahan mbok darmi.

Kakek juga menceritakan alasan adiknya kenapa sampai tega membunuh mbakyunya yang selama ini telah menganyominya, sebab adinya tidak mau ada korban lagi.