Saya mempunya sepupu perepuan katakanlah
namanya hilda. Dia ini karakternya kemayu,
manja dan keras kepala, makum saja dia anak
perepuan satu-satunya. Saya sendiri memang
tidak terlalu akrab dengan hilda walau status
kami sepupu. Kenapa dan mengapa? rasanya
tidak perlu alasannya saya jabarkan di sini.

Pagi itu budhe sudah bertandang ke rumah,
mengeluh kepada bapak soal kelakuan si hilda,
entalah apa saja yang beliau bicarakan saya
sendiri tidak mau terlalu tau, saya lebih memilih
di dapur menyiapkan bekal sekolah adik saya.

Setelah budhe pulang barulah bapak bercerita
kalau hilda itu suka mengakali orang tuanya
ketika kemauannya tidak di turuti, terakhir kata
bapak si hilda ini pura-pura kesurupan. bahkan
tidak sekali atau dua kali dia pura-pura
kesurupan tapi sangat sering.

Sekitar jam 11 siang saya pergi ke rumah budhe
menghantarkan masakan, saya liat hilda di
kamarnya cekikikan, kadang menangis maraung-
raung lalu berteriak-teriak tidak jelas. Ketika
saya tanyakan pada budhe, beliau cuma
menjawab datar, dan menyuruh saya tidak
memperdulikan anak gadisnya itu. budhe bilang
kalau hilda itu pura-pura, biar budhe pusing dan
mengiakan keinginannya. Saya hanya bisa
bergelang kepala meliat tingkah sepupu. Dan
sampai pada akhirnya sekitar jam 4 sore saya
mendengar kabar kalau hilda ngamuk-ngamuk
ketika pak ustad bertamu ke rumahnya.
langsung saja saya bergegas ke sana, sampai di
sana saya liat hilda sudah di pegangi 4 orang
dan pak ustad membaca ayat-ayat suci, saya
sendiri masih bingung dengan keadaan saat itu.
mau tanya gerangan apa yang terjadi juga tidak
berani, karena semua raut muka yang di situ
pada tegang. Akhirnya saya putuskan menyimak
saja.

Namun tiba-tiba hilda yang dari tadi berteriak
kepanas, berubah menjadi ganas, 4 orang yang
memegangnya terhembas ke samping, keadaan
berubah menjadi tegang, namun ustad tetep
pada konsentrasinya, saya liat hilda merayap di
lantai, ketika mau menyerang pak ustad dia
mundur lagi. kejadian itu berulang berkali-kali
sampai pada akhirnya 4 orang tadi memegangi
hilda lagi, upaya menyedarkan hilda berjalan
cukup lama, dan Alhamdulilah menjelang magrib
setan yang merasuk di tubuh hilda dapat di
keluarkan. kami semua mengucap syukur, tapi
ada kejadian yang membuat kami semua sedikit
menahan nafas, ketika hilda sudah sadar budhe
mendekati anaknya itu lantas melayangkan
tamparan ke pipi hilda berkali-kali sambil
marah-marah.

Sahabat reunion, sebenarnya dari sejak pagi itu
hilda memang sudah kerasukan, namun budhe
dan pakde saya cuek saja, di kiranya anaknya
itu pura-pura, karena memang berkali-kali juga
mereka di tipu anaknya, dimana anaknya itu
pura-pura kesurupan. Makanya beliau tidak mau
menanggapinya. Dan pada akhirnya semua tau
kalau hilda kerasukan ketika pak ustad bertamu
ke rumah budhe saya. Pak ustad juga
menuturkan kalau setan yang merasuk keraga
hilda adalah kuntilanak yang berdiam di kebun
belakang.