Sepenggal kisah dari anak manusia dalam mengarungi perjalanan hidup, kisah pahit yang begitu menguras emosi dan air mata. memiliki paras ayu nan rupawan sepertinya tidak menjamin kebahagian seseorang, mungkin ada benarnya juga terlalu cantik itu juga bisa membawa bencana, karena banyak orang yang dengki.

Semula saya berfikir kalau kejadian seperti ini hanya ada di sinetron, namun fikiran saya salah, ternyata di kehidupan nyata benar-benar ada.

Adalah seorang kembang desa,katakanlah namanya Widuri, gadis manis nan ayu ini harus mengalami kejadian pahit yang dimana ia hampir saja buta karena penyakit mata.”santet” mendengar sebutan itu pasti kita semua merasa geram, danmengutuk pelaku-pelaku kejahatan mistik itu.

Naas bagi widuri si kembang desa selatan, wajahnya yang ayu, tutur katanya yang sopan,pembawaan yang lemah lembut tentu semua itu menjadi nilai plus baginya, dan sangat wajar jika banyak pemuda yang ingin mendapatkan cintanya, bahkan yang sudah beristripun tanpa malu ingin menjadikannya istri kedua. namun widuri tetaplah widuri yang selalu berpegang teguh pada kesetiaan dan prinsip.

Walau banyakpemuda yang kaya raya datang meminangnya, ia secara halus dan sopan menolaknya, walau bagaimanapun ia tidak akan merusak tali pertunangannya dengan pemuda pilihannya yang pada saat itu tengah bekerja di negri sebrang.

Ada penolakan, tentunya pasti ada ketidak puasan, dan menyebabkan penyakit hati. Entalah bagaimana ceritanya malam itu widuri merasa demam, paginya selepas bangun ia mendapati matanya memerah, tapi tidak terasa gatal. di kira suatu hal yang wajar ia cuek saja dengan kondisi matanya, dan sampai pada akhirnya pada hari-hari tertentu ia merasakan sakit luar biasa pada ke dua matanya, entah sudah berapa kali widuri bolak balik ke dokter mencari kesembuhan atas sakit yang di alaminya itu, namun tetap saja nihil, bahkan pengobatan alternatifpun ia jalani, namun buka ke sembuhan yang ia dapat, melainkan matanya semakin bengkak dan mengeluarkan air yang baunya sangat tidak sedap. dari hari ke hari penyekitnya itu semakin membuat ia khawatir, karena mata sebelah kanannya sedah mulai mengabur, ia hanya bisa pasrah sambil terus berusaha mencari ubat.

Mendengar berita tentang penyakit widuri, akhirnya tunangannya itu memutuskan pulang, dan atas saran teman kerjanya yang berasal dari kota X, mas wira membawa widuri ke salah satu pondok pesantren di kota X di sana widuri diobati pak yai dan satu orang santrinya.

Saya sendiri juga kurang faham mengenai ritual pengobatannya, namun menurut ibusaya, yang memperoleh cerita langsung dari empunya. Ketika pak yai mengusapkan tangannya ke muka widuri, lalu setelah itu di gegaman pak yai terdapat pecahan kaca yang warnanya sudah hijau seperti lumut, dan pecahan-pecahan kaca itu berasal dari mata widuri.

Memang menurut beliau ada yang sengaja mencelakakan widuri karena merasa sakit hati lantaran lamaranya di tolak. sejak berobat keyai itu berlahan tapi pasti widuri mendapat kesembuhan.