Tentang penulis : kuroi936

Perkenalkan nama saya kuroi936 [anggap saja adli/daus] terimakasih untuk kaka’-kaka’ yg menerima saya disini, karena ini kali pertama saya menulis ‘seperti ini’ mohon maaf jika nggak menarik alias nggak menakutkan alias berantakan alias bla,bla,bla :v .

Berawal dari ke-bosanan ketua klub jurnalis di sMp saya yang buat majalah sekolah ‘itu-itu aja’. saya diberi amanah [waduh bahasanya :v] untuk mencari urban legend [tugas yang aneh -_-] tentu saja awalnya saya menolak pekerjaan aneh ini. lagi’an saya bukan anggota klub itu. tapi apa daya,ketua OSIS merekomendasikan saya untuk melaksanakan pekerjaan aneh ini. bersama sahabat saya [sebut saja Daka] kami terpaksa menerima JOB ini. tak sulit untuk meminta ijin sekolah [selaku saya pengurus osis dan Daka anggota pramuka] kami meminta untuk tinggal di sekolah sampai malam.

Pada hari H, bapak penjaga menitipkan banyak kunci kepada kami [sekalian dikunci’in kalo udah selesai gitu 😀 ] . ya, kami biasa-biasa aja. mungkin cma jalan-jalan di sekolah. 1 sampai 2 jam kami ‘explore’ di sekolah,tapi kami tak menemukan apapun. menyerah adalah kata yg tepat, pikir saya, sampai Daka ber-inisiatif untuk masuk ke kamar mandi wanita

“Dli, ke kamar mandi perempuan yok!?”

“knapa lu ? kagak ah” ujar saya

“lu, dli orangnya penakut”

“gw nggak kayak lu, playboy cap cicek”

“ya,udah”

Setelah itu Daka masuk ke kamar mandi ‘itu’ . belum semenit, Daka keluar dengan terbirit-birit. sambil terengah-engah ia berkata “Dli!” “apa ?! ada apa?!” saya yang udah tertarik cerita Daka malah di bego’in “kamar mandinya bwesar banget, ada air mancurnya lagi” saya pun kecewa.

“udah jam 23.00 gw nginep dirumah lu ya ?” ”ya,ya” balas Daka . kami bergegas pulang, tapi inilah awal dari cerita malam ini. kami berdua baru sadar, tidak ada dari kami yang membawa semua kuncinya ! “mungkin jatuh” itu pikir saya. Pertama kami cari di aula, tak ada. aula kosong hanya bunyi jam berdetik yang terdengar. 6 menit mencari serasa percuma. kulihat jam di tangan udah jam 23.24 , tapi saat itu juga saya tertegun melihat jam di dinding aula,jam di aula menunjuk pukul 01.13. kami berdua tetap berpikir positif, mungkin baterenya habis,gitu. tempat kedua adalah kamar mandi pria, tak seperti milik KM wanita ,KM pria mirip seperti KM di stasiun kereta tua [baunya nyengat banget -_-] kami melihat-lihat tapi tak ada tanda dari kunci-kunci itu. suara keran air menarik perhatian kami.. bukannya apa-atau apa. tapi KM pria airnya tak pernah nyala dan ini nyala dengan sendirinya. kami kabur karna kaget ke arah kantin,di kantin telah menunggu se-sosok ibu-ibu sedang membawa pisau potong [yang gede, biasanya motong/ misahin tulang daging kurban] kami tak bisa tenang dan menyapanya ‘hai!’ begitu saja. kami lagi-lagi lari

Semua kekacaunan ini membuat aku capek,merinding. dengan segera aku memegang tangan Daka [ini bukan Homo -_- , tapi urgent condition] kaget takut ! itu yang kurasakan. tanganku memegang tangan besar,hitam,berkuku runcing kuning. aku tak mau berpikir itu apa. melirik sedikit ke belakang, aku melihat wajah dengan mata melotot merah,kulit berantakan,gigi runcing, dan senyum menyeringai ukh membuatku ingin muntah. saat itu pun aku ingin memastikan kalo itu bukan mimpi. aku menggigit tangan kiriku… sakit . aku mencoba melihat kebelakang… nampak pemandangan yang sama. dengan agak gemetaran [bukan ‘agak’ lagi sih ] aku menlepas peganganku dan berlari menuju halaman belakang. Di halaman belakang aku bertemu dengan Daka ‘yg asli’ .tanpa intuisi apapun aku dan Daka memanjat dinding pembatas [tingginya 2 meter] dan lari menuju rumah Daka.sepeda, dan kunci sudah tak terpikirkan oleh kami.

Esoknya kami di-hukum karena tidak mengunci sekolah, klub jurnalis nampak lumayan senang dengan bahan yg kami berikan, dan aku masih menyimpan dendam kepada ketua OSIS [he,he,he 😀 ] sejak saat itu aku dan Daka enggan untuk melakukan Ekspedisi seperti itu lagi. end :3