Tentang penulis : darkblood

Mungkin cerita ini takkan seram,atau mungkin kalian akan menolak untuk membacanya,tapi nikmatilah.

Layang-Layang Misterius…..

Didesa sahabat saya ada sebuah urban legend disaat padi sudah naik hingga seukuran orang dewasa,disaat itu anak-anakk desa mulai bermain layang-layang dimalam hari.Suatu malam sahabat saya diajak beberapa pemuda desa,seingat teman saya,ada 6 anak desa.Setelah berpamitan pada kakek dan neneknya,dia berangkat.

(bahasa sudah ditranslate).

“eh! nanti kita agak masuk kedalam ya!” seru salah seorang anak yang berbadan paling jangkung,semua anak saling pandang.

“ayo!!siapa takkut!!” sahabat saya berseru,dan anak yang tersisa makin saling pandang.

Mereka tiba dipersawahan,udara dingin malam menyapu anak-anak itu.Beberapa layang-layang melesat dengan lampu warna-warni,satu layang-layang diterbangkkan lebih dari satu anak,karena ukurannya yang agak besar.Selagi enak mengudara,tiba-tiba ada layang-layang muncul dari persawahan bagian paling dalam.Lokasi yang berbatasan langsung dengan hutan,dan takk ada seorang anak pun yang berani kesana.Tiba-tiba si jangkung mengumpat keras,semua anak mulai takut,adanya larangan untuk mengumpat disawah lepas.Layangan si jangkung terbelit layangan misterius,membuat sijangkung kesal.Dia menerobos tanaman padi yang menyeruak dan mendatangi asal layangan.

Disawah ada pembatas yang dibuat warga agar tidak tersesat jauh kedalam,atau biasa disebut garis pengaman.Tapi malam itu si jangkung menerobosnya.Sahabat saya dan beberapa anak yang tersisa (yang lain pulang karena takut),segera mengejar sijangkung.Mereka menemukan sijangkung berdiri mematung disebuah sudut persawahan,sahabat saya langsung menghampirinya.Begitu tangannya menyentuh pundak sijangkung,tampak seorang anak didepan mereka.Anak itu tamapak terang dikegelapan,wajahnya tampak tua dan matanya….matanya menyala berwarna merah.Anak itu cekikikan,memamerkan giginya yang taring semua,sesekkali bersiul-siul.Merekka berdua mematung dan…GRUSAK!!!.mereka ditarik dari belakang oleh sesuatu,teman saya yang belum sadar dari bengong,tiba-tiba tersungkur dan melihat jangkung menarik tangannya.Rupanya teman-temannya yang tadi menarik mereka dari belakang.

Singkat cerita,mereka pulang dan dimarahi nenek dan kakkek sahabat saya.Setelah diberitahu,ternyata anak atau orang cebol itu adalah penunggu hutan yang mencari tumbal,dia bersiul untuk memanggil teman-temannya yang ada dihutan “ada mangsa” mungkin itu artinya.

Bawalah Batu Ketika Kekakus….

Orang desa ditempat teman saya suka buang air dijublang atau kakus,ada suatu tradisi orang sana agar membawa batu atau botol kaca bekas,tapi lebih banyak batu besar.Suatu malam sahabat itu sakit perut,dia minta diantar pamannya kekakus.Paman ini orang yang tinggal dikota dikabupaten yang sama,sehingga kurang respon,padahal tahu terhadap kebiasaan setempat.Mereka pergi dengan santainya,dengan berbekal lampu senter.Ditengah-tengah ritual,paman ijin merokok dibawah pohon besar didekat kakus.Tiba-tiba dari arah depat,ditutup kabut samar-samar muncul seorang pria tua.

“oh ada orangnya” pria itu tersenyum sambil melihat disekeliling kakus yang terbuka itu.BYAR!!! orang tua itu melempar batu sekepalan tangan kesungai disebelah kakus.

“cepat sudahi buang hajatmu,sudah tidak aman lagi” orang itu berniat membatalkkan hajatnya dan mengajak teman saya pergi.Teman saya celingukan,pamannya sudah tidak ada lagi.

“kau lupa bawa batu ya? tadi tangannya sudah hampir muncul,jadi saya lempar,kalau pamanmu tadi berlari kesana,mungkin dia melihat sesuatu” pria tua itu terkekeh dan teman saya cuma bisa bengong.

Ternyata penunggu sungai hampir menyambar teman saya,bentuknya awalnya tangan yang sangat panjang entah dari mana asalnya,korbannya diseret dan besok ditemukan meninggal tersangkut bebatuan,Alhamdullillah ditolong bapak itu.lalu pamannya? pamannya ternyata pipis sembarangan dan ditampakin gendruwo penghuni pohon.